Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Badminton

Terkait Pegawai Mesum, Anggota DPRD Kuansing: Harus Dipecat!

Terkait Pegawai Mesum, Anggota DPRD Kuansing: Harus Dipecat!
Raden
Rabu, 15 Juni 2016 15:31 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Perbuatan amoral yang dilakukan dua pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau telah mencoreng nama baik Kuansing. Apalagi, perbuatan mesum itu dilakukan di fasilitas publik dan bulan puasa.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kuansing, Raden kepada GoRiau.com, Rabu (15/6/2016) siang di Telukkuantan. Ia sangat menyayangkan sikap Bupati Kuansing yang terkesan melindungi kedua pegawai tersebut.

"Harus dipecat. Jangan pandang bulu. Ini tidak, pegawai yang tidak mengakui kepemimpinan Mursini - Halim langsung mau dipecat. Ini sudah nyata merusak nama baik pemerintahan, tapi tak ada sanksi," ujar Raden yang ditemui di parkiran DPRD Kuansing.

Menurut Raden, bukan seperti itu pegawai yang harus dipertahankan oleh bupati. Sebab, pegawai digaji menggunakan uang rakyat untuk menjalankan roda pemerintahan.

"Bukan digaji untuk berbuat mesum. Jujur, saya sangat malu mengetahui perbuatan mereka," ucap Raden.

Ia berharap, bupati bijaksana dalam mengambil keputusan, terutama dalam memberi sanksi kepada pegawai honorer yang telah mencoreng pemerintah.***

Kategori:Voli, Badminton
wwwwww