Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Masyarakat Resah, 63 Rumah dan 10 Hektar Sawah Terancam Batang Sinamar

Masyarakat Resah, 63 Rumah dan 10 Hektar Sawah Terancam Batang Sinamar
Ketua DPRD Limapuluh Kota menyerahkan bantuan tikar kepada pengurus masjid. (tri)
Kamis, 16 Juni 2016 10:10 WIB
Penulis: tri nanda
LIMAPULUH KOTA - Masyarakat Nagari Limbanang Kecamatan Suliki merasa resah. Sebab, sebanyak 63 unit rumah dan belasan hektar sawah penduduk di nagari itu terancam hanyut dihondoh Batang Sinamar yang semakin melebar.

“Kami berharap aliran Batang Sinamar segera mendapatkan batu baronjong. Jika tidak, kami khawatir pemukiman dan sawah penduduk yang berada tidak jauh dari batang Sinamar itu akan ikut menjadi sungai karena terus tergerus aliran sungai, terlebih ketika datang hujan  lebat dan banjir,” papar salah seorang pemuka masyarakat Limbanang Drs. H. Erminas di hadapan tim safari ramadhan yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Syafarudin Dt. Bandaro Rajo, SH di Masjid Nurul Yaqin Limbanang, Selasa (14/6).

Pemukiman dan areal persawahan itu menjadi sangat rawan dihondoh aliran Batang Sinamar karena posisinya persis berada di belokan aliran sungai tersebut. Sehingga setiap kali musim hujan bisa dipastikan tebing sungai tersebut akan semakin tergerus dan bertambah lebar.

“Kami sangat berharap masalah ini benar-benar menjadi perhatian serius dan diperjuangkan DPRD,” ujar Erminas yang mantan Kepala Badan Kesbangpol Limapuluh Kota.

Selain itu ia juga mempertanyakan bantuan kompor gas yang hingga kini baru terealisasi dua pertiga dari jumlah penduduk Limbanang. Sedangkan sepertiga lainnya belum ada tanda-tanda akan direalisasi.

“Kami berharap bantuan kompor gas itu direalisir hingga semua penduduk yang berhak ikut mendapatkannya,” ucap Erminas.

Dalam kesempatan bertatap muka dengan wakil rakyat itu, Erminas juga mengadukan pungutan biaya masuk ke SMAN 1 Kecamatan Suliki yang memberatkan bagi sebagian wali murid.

Menanggapi keluh kesah warga tersebut Ketua DPRD Syafaruddin menyebut ancaman Batang Sinamar itu sudah disampaikan ke Pemprov Sumbar. Menurutnya, normalisasi sungai ini membutuhkan biaya besar yang hanya bisa ditangani pemerintah provinsi.

“Ini program besar yang tidak sanggup dibiayai dengan APBD Kabupaten Limapuluh Kota. Kita berharap ini segera ditangani Pemprov Sumbar,” kata Syafaruddin.

Terkait dengan masalah bantuan kompor gas, Syafaruddin berjanji akan menyampaikannya ke Dinas Koperindag dan UMKM serta mempertanyakan masalah pungutan di SMAN 1 Kecamatan Suliki kepada kepala sekolah bersangkutan.

“Untuk masalah pungutan biaya sekolah, kita akan mempertanyakannya ke sekolah bersangkutan,” yakin Safaruddin.

Dalam kunjungan itu Syafaruddin juga menyerahkan bantuan lima lembar tikar kepada pengurus masjid disaksikan anggota rombongan yang terdiri dari staf ahli Bupati bidang hukum dan politik Drs. Irfan, AM, Kabag Humas dan protokoler Setwan Win Hari Endi, SE, MM dan lainnya.***

Editor:M. Siebert
Kategori:Badminton, PON
wwwwww