Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
10 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

MUI Pekanbaru: Tolak Sweeping Anarkis, Tapi Perda Syariat Islam Jangan Dihapus

MUI Pekanbaru: Tolak Sweeping Anarkis, Tapi Perda Syariat Islam Jangan Dihapus
ilustrasi.
Jum'at, 17 Juni 2016 08:26 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru mengecam segala bentuk tindakan sweeping anarkis yang bertentangan dengan ajaran agama islam, contohnya penertiban warung makan yang menggunakan unsur kekerasan. Namun, mereka tidak serta merta setuju jika Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan ajaran dan syariat islam dihapuskan.

"Dalam agama islam tidak dibenarkan melakukan tindakan yang merusak (anarkis,red). Islam mengajarkan untuk selalu melakukan tindakan dalam bentuk ajakan tidak mengorbankan harta ataupun nyawa," ungkap Ketua MUI Kota Pekanbaru Ilyas Husti kepada GoRiau.com, Jumat (17/6/2016) di Pekanbaru.

Menurutnya, metode islam lebih mengedepankan memberikan pemahaman keuntungan dan kerugian dari suatu perbuatan dalam perspektif islam. Namun, jika hal tersebut tidak diindahkan maka ajakan dapat dibuatkan semacam Perda untuk melarangnya. Contonya, peraturan penutupan tempat hiburan dan warnet selama bulan puasa serta tata tertib membuka warung makan yang harus mengedepankan tolerasi menghargai umat muslim yang berpuasa, bukan sebaliknya.

"Mayoritas masyarakat Indonesia itu umat muslim, hak seorang muslim jangan dilemahkan. Kalau itu (Perda syariat islam, red) dihapuskan, dapat berdampak buruk. Kami kurang setuju jika perda yang menyangkut agama itu dihapuskan," tutupnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww