Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Mengenang Husni Kamil Manik, Walikota Padang: Sosok yang Santun dan Religius

Mengenang Husni Kamil Manik, Walikota Padang: Sosok yang Santun dan Religius
Almarhum Ketua KPU Husni Kamil Manik
Minggu, 10 Juli 2016 09:44 WIB

PADANG - Sumatera Barat kembali kehilangan putra terbaiknya. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik menghadap Sang Khalik, Kamis (7/7/2016), di Jakarta.

Kabar duka ini menyeruak dan mengagetkan warga Sumatera Barat. Termasuk Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo. Mahyeldi tidak menyangka jika Husni Kamil Manik begitu cepat dipanggil Sang Pencipta.

"Mendiang di masa hidupnya adalah aktivis yang religius dan santun dalam bicara," ujarnya, Kamis malam usai mendengar kabar duka tersebut.

Tidak saja itu, kesantunan Husni Kamil Manik juga tampak saat Walikota Padang berkunjung ke Kantor KPU RI beberapa waktu lalu. Saat itu Mahyeldi disambut hangat.

"Hingga kini masih terngiang ucapan mendiang, menyebut bahwa saya satu-satunya walikota yang diterima langsung di ruangannya," sebut Mahyeldi.

Husni meninggal dalam usia yang terbilang muda, 18 Juli nanti baru akan 41 tahun. Dalam usia semuda itu, Husni telah banyak menanam bagi demokrasi di republik ini. Menjadi anggota, apalagi Ketua KPU, jelas tidak mudah. Lembaga tersebut harus menjadi sais dari prosesi berpemilu di Indonesia yang konon dapat dianggap sebagai the most complicated election in the world, atau pemilu yang paling rumit sedunia.

Husni telah dulu pergi. Husni dipanggil dalam usia yang relatif muda, menjelang 41 tahun, ketika bangsa ini sesungguhnya masih membutuhkan tangan dingin kepemimpinannya di KPU. Selamat jalan Husni, teruslah ke surga. (Charlie)

Editor:Calva
Kategori:Olympic, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww