Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Ditangan Tito Karnavian, Polisi Harus Ciptakan Reformasi dari Hulu ke Hilir

Ditangan Tito Karnavian, Polisi Harus Ciptakan Reformasi dari Hulu ke Hilir
Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (net)
Kamis, 14 Juli 2016 09:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Serah terima jabatan Kapolri merupakan bagian dari regenerasi pada tubuh Kepolisian. Dengan resminya Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri yang baru, diharapkan segera terwujud reformasi total ditubuh Polri.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsi, saat dimintai tanggapan soal Kapolri yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

"Kita tentunya menyampaikan terima kasih kepada Jend Badrodin Haiti yang telah menjalankan tugas dengan baik. Kemudian kita berikan dukungan kepada Jendal Tito untuk melanjutkan estafet reformasi di tubuh Polri. Setidaknya ada lima pekerjaan rumah yang harus dikebut oleh Kapolri yang baru," ungkapnya kepada GoNews.co, Kamis (14/07/2016) melalui Whatsapp.

Kelima PR tersebut kata dia, Jenderal Tito harus bisa melanjutkan reformasi Polri secara menyeluruh. "Saya telah sampaikan hal ini saat melakukan fit and proper test di komisi III dulu, kemarin sepertinya presiden juga menyampaikan hal yang sama, agar kapolri melakukan reformasi dari hulu hingga hilir," tukasnya.

Selanjutnya kata dia, Tito juga harus bisa menjaga soliditas korps. "Ini juga tugas yang tidak mudah, karena pengangkatan Pak Tito sebagai Kapolri telah melompati 5 angkatan, akibatnya banyak senior yang harus dikoordinasikan dalam struktur, karenanya soliditas lembaga harus dikedepankan," pintanya.

Sinergi dengan penegak hukum lain juga diperlukan, Polri menurutnya, perlu bekolaborasi dengan Kejaksaan, KPK maupun pengadilan dalam upaya penegakan hukum. Sinergitas para penegak hukum ini akan menentukan kualitas penegakan hukum di Indonesia.

"Kemudian adalah menjaga hubungan baik dengan TNI, Kapolri yang baru harus melakukan evaluasi agar bentrok antara TNI-Polri tidak terulang. Komunikasi antas dua lembaga ini harus dijaga agar terjadi hubungan yang baik pada semua jenjang," tukasnya lagi.

Dan yang terakhir katanya, Kapolri harus bisa menggenjot program penegakan hukum strategis, seperti penanganan narkoba, terorisme dan sparatisme. (***)

wwwwww