Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
7 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
14 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Umum

Ini Alasan Dishut Sumut Kewalahan Memadamkan Kebakaran Hutan

Ini Alasan Dishut Sumut Kewalahan Memadamkan Kebakaran Hutan
Kabid Perlindungan Hutan Dishut Sumut Yuliani Siregar, Senin (18/7/2016).
Senin, 18 Juli 2016 14:18 WIB
Penulis: Yusuf Ahmad
MEDAN - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Utara mengaku kewalahan dalam memadamkan  kebakaran hutan di kawasan Jalan Tele-Pangururan, Samosir dan Tongging, Merek, Kabupaten Karo. Hal itu dikarenakan saranan dan prasarana yang dimiliki masih minim.‎

"Seperti saat ini Polisi Hutan (Polhut) hanya sebanyak 170 orang, itu jelas kurang, idealnya 1.000 orang. Dengan jumlah yang sangat minim itu kami tidak bisa banyak melakukan pengamanan hutan, contohnya kebakaran hutan saat ini, ilegal logging, dan pengrusakan lainnya. Bayangkan sekitar 3 juta ha kawasan hutan Sumut berdasarkan SK No. 579/2014 tentang Kawasan Hutan  hanya dijaga 170 Polhut, ini tentu tidak proposional," keluhnya  Kabid Perlindungan Hutan Dishut Sumut Yuliani Siregar kepada GoSumut diruang kerjanya, Senin (18/7/2016).

Dia mengatakan pihaknya sudah mengusulkan sejumlah peralatan pemadam kebakaran hutan yang memadai dan lebih modern, namun hingga kini masih terkendala dengan anggaran.

Sedangkan kebakaran kawasan Tele-Pangururan, Samosir dan Tongging, Merek, Kabupaten Karo pada (11/7/2016) lalu, Yuliani mengatakan, terjadi di tiga jumlah titik api (hotspot) Terra/Aqua LAPAN.

Sedangkan kebakaran hutan di Sumun tahun 2010 seluas 80 Ha, 2011 seluas 5 Ha. Pada 2012 seluas 1.181 Ha, 2013 seluas 295,4 Ha. Di 2014 seluas 3.129,9 Ha dan 2015 seluas 177 Ha.

Sementara untuk penyebab terjadinya kebakaran hutan, Yuliani mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan. Namun dugaan sementara penyebab utamanya adalah ulah masyarakat dan fenomena alam.

Editor:Arif
Kategori:Umum
wwwwww