Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Kisah Hebat Pak Samsudin, Mengayuh Sepeda Keliling Indonesia Cuma Buat Mendongeng

Kisah Hebat Pak Samsudin, Mengayuh Sepeda Keliling Indonesia Cuma Buat Mendongeng
Pak Samsudin dan sepeda ontelnya (Foto: Chairul Hadi)
Sabtu, 30 Juli 2016 11:11 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Apa yang dilakukan Pak Samsudin ini sungguh luarbiasa. Warga asal Indramayu tersebut rela mengayuh sepeda ontelnya ratusan kilometer hanya untuk mendongeng di depan anak-anak. Lalu, apa tujuan dogengnya?

Bertolak dari Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Pak Samsudin pun kini sudah tiba di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Perjalanan tersebut adalah lanjutan dari etape yang ditempuh pria berumur 46 tahun ini dibeberapa provinsi.

Samsudin yang sempat berbincang dengan GoRiau.com, Sabtu (30/7/2016) siang menjelaskan, panggilan hati membawanya berkeliling Indonesia untuk berdogeng di depan anak-anak. Sejauh ini, ia sudah mengayuh ontelnya ke Banten, Bengkulu, Jambi, Lampung dan sekarang ke Riau.

"Tujuan akhir etape ini adalah Kota Medan. Mudah-mudahan bisa tiba di sana pada 17 Agustus nanti. Saya berdogeng dengan media wayang kepada anak-anak, dan saya senang melakoninya," buka Samsudin usai mendongeng di depan anak Yayasan Kartika, Jalan Dr Sutomo.

Kali ini ia mengangkat tema satwa dilindungi Harimau. Memang materi dongengan Samsudin fokus terhadap kampanye seputar habitat hewan langka dan kelestarian lingkungan. Bermodalkan kardus bekas yang disulap menyerupai binatang, dia pun luwes bercerita di depan anak-anak itu.

"Kita banyak masalah, khususnya di Sumatera. Hewan seperti Harimau, Badak dan masalah kebakaran hutan juga. Ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Belum lagi sampah. Itu lah tujuan saya, mengkampanyekan dan mengajak orang melindungi itu semua," jawabnya.

Meski tampilannya sudah sedikit lusuh akibat terpapar debu jalanan sehari-hari, nyatanya Pak Samsudin sanggup menghipnotis ratusan anak yayasan tersebut. "Anak-anak ini harapan kita, kita libatkan mereka dalam pelestarian, setidaknya mengenalkan hewan yang dilindungi," ungkap dia.

Lalu kenapa Pak Samsudin lebih memilih menggunakan sepeda ontel dalam aksi kampanyenya? Dan apa pengalaman ayah satu orang anak itu selama di perjalanan? Simak kisah seru sang pendongeng jalanan ini berikutnya. Bersambung

Kategori:PON, Badminton
wwwwww