Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
24 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Sengketa Lahan, Pemda Kalbar Desak Bupati Kubu Raya Selesaikan Konflik Warga dengan PT SR

Soal Sengketa Lahan, Pemda Kalbar Desak Bupati Kubu Raya Selesaikan Konflik Warga dengan PT SR
Suasana pertemuan penyelesaian konflik warga dan PT SR di Kubu Raya. (Cece/GoNews)
Kamis, 04 Agustus 2016 21:34 WIB
Penulis: Cece Kusmana
KUBU RAYA- Sengketa lahan antara warga Ola Ola Kubu dengan PT Sintang Raya sampai saat ini masih berlanjut dan menjadi polemik. Guna menyelesaikan persoalan itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kalimantan Barat (Kalbar) mendesak Bupati Kubu Raya segera mengakhiri konflik tersebut.

Desakan tersebut tertuang dalam rapat koordinasi penyelesaian konflik yang difasilitasi Pemda Kubu Raya, Kamis (04/08/2016) di Hotel Gardenia Kubu Raya.

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus dan pihak Kepolisian Kombes Pol Suhadi, serta para perwakilan dari PT Sintang Raya dan Dinas terkait.

Menurut Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus, dengan diadakanya pertemuan tersebut, konflik di wilayah konsesi PT Sintang Raya bisa segera berakhir. "Setidaknya kita dapat menghasilkan solusi yang komprehensif , saya yakin tidak ada pertemuan yang sia-sia, Pemerintah Kubu Raya dapat selesaikan ini sesuai arahan dari Pemda Kalbar," ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Sintang Raya Taufik kepada GoNews.co menuturkan, dirinya yakin setiap permasalahan pasti ada benang merahnya. Karena pada dasarnya PT Sintang Raya kata dia, tidak bisa bergerak sendiri karena masih menunggu putusan dari Mahkamah Agung (MA) terkait dengan persoalan PT CTB yang mengatasnamakan masyarakat.

"Masalahnya adalah, hak masyarakat yang tidak diserahkan," katanya.

Dirinya juga mengakui, pihak PT SR tidak menginginkan permasalahan atau konflik tersebut berkepanjangan, apalagi jika nantinya keluar putusan dari MA. "Ini harus segera diselesaikan. Jika tidak selesai ya kami akan habisi tanaman itu, dan kami akan tanami lahan kami yang sah saja," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan, Senior Manajer Humas PT Sintang Raya Iskandar. Menurutnya pihak erusahaan telah mengeluarkan biaya untuk masyarakat dalam membangun kebun plasma tersebut, dan hingga sampai saat ini telah membangun 3000 Ha lebih.

"Kami bermitra dengam masyarkat, dan membangun ribuan hektar yang sudah panen," tambahnya.

Sementara itu Kanwil BPN dan Agraria Kalimantan Barat menjelaskan, dalam pertemuan tersebut diharapkan bisa ada solusi sampai kongkrit menjadi jalan untuk menyelesaikan konflik tersebut. "Setelah adanya putusan MA, akan siap menyelasaikan permasalahan ini sesuai arahan dari BPN pusat," pungkasnya. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kalimantan Barat, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww