Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
24 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
23 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
23 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
22 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Rapat Penyelasian Konflik Warga dan PT SR, Polisi Tegaskan Tidak Pernah Lakukan Sweping

Rapat Penyelasian Konflik Warga dan PT SR, Polisi Tegaskan Tidak Pernah Lakukan Sweping
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi SW. (istimewa)
Kamis, 04 Agustus 2016 22:04 WIB
Penulis: Cece Kusmana
KUBU RAYA- Polda Kalbar membantah jika anggota Polres Kabupaten Mempawah Kubu Raya telah melakukan pemukulan dan sweeping terhadap masyarakat Ola-ola Kubu.

Hal tersebut disampaikan Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi kepada GoNews.co, usai melakukan pertemuan atau rapat koordinasi dengan masyarakat dan PT SR disalah satu Hotel di Kubu Raya, Kamis (04/08/2016) siang.

Menurutnya aparat Kepolisian bukan melakukan sweeping. Tapi mencari warga yang diduga menjadi dalang keributan. Masih kata Kombes Pol Suhadi, warga mengira Kepolisian melakukan swepping dan menangkap warga.

"Saya kembali menegaskan, Polisi tidak pernah melakukan sweeping terhadap masyarakat, apalagi kaitannya dengan konflik ini," tukasnya.

Kombes Pol Suhadi juga berharap agar permasalahan ini segera diselesaikan, karena pihak Kepolisian tidak menginginkan kejadian ini terus berlanjut, merembet dan berlarut-larut.

"Polisi dituduh melakukan sweeping, padahal Polisi turun kesana untuk mewakili negara menegakan hukum ditengah-tengah masyarakat, kita mencari biang kerok. Provokator bukan Sweping warga," ujarnya.

Kombes Pol Suhadi juga berpesan agar Kepala Desa turut membina warganya. Karena menurutnya penyelesaian konflik yang dilakukan Pemda hanya sebatas fasilitator, tapi yang menciptakan perdamaian adalah masyarakat itu sendiri.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Kalbar Asful Anwar mengatakan, pihaknya juga telah membentuk tim investigasi yang melibatkan beberapa pihak, guna menelusuri apa yang sebenarnya terjadi.  

“Kami hanya bisa melaksanakan sesuai SOP. Soal keamanan, kami akan berkoordinasi dengan Polda Kalbar. Setelah tim investigasi terbentuk, setiap laporan yang diterima akan dipelajari. Kami berharap asyarakat tidak perlu lagi takut karena hak rasa amannya dijamin Komnas HAM," jelasnya.

“Kalau seandainya ada penyiksaan ataupun ada indikasi tindak kekerasan dari siapapun, tolong laporkan secara tertulis. Nama lengkapnya, dari satuan mana, itu harus jelas. Kalau tidak ya pastinya kami akan kesulitan," pungkasnya. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Kalimantan Barat

wwwwww