Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
Lingkungan
19 jam yang lalu
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
2
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
DPR RI
23 jam yang lalu
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
3
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
7 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
4
Telkomsel 'Mentahkan' Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Peristiwa
20 jam yang lalu
Telkomsel Mentahkan Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
7 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gamalama Masih Erupsi, Bandara Babullah Ternate Kembali Tutup

Gamalama Masih Erupsi, Bandara Babullah Ternate Kembali Tutup
Bandara Babullah Ternate. (istimewa)
Kamis, 04 Agustus 2016 22:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Meski status Gunung Gamalama (level II) namun erupsi terus berlanjut. Hujan abu terjadi di beberapa wilayah sehingga memaksa otoritas bandara Babullah di Ternate memperpanjang penutupan bandara hingga Jumat (5/8/2016) pukul 10.00 WIT.

Keputusan buka atau tutup bandara disesuaikan dengan kondisi erupsi Gunung Gamalama dan hujan abu besok pagi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada GoNews.co, melalui pres releasenya, Kamis (04/08/2016) malam.

"Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunungapi Gamalama PVMBG pada Kamis (4/8/2016), pengamatan visual pada pukul 06:50 WIT, hembusan abu keluar dari kawah puncak bagian timur menuruni lereng timur. Abu vulkanik ditiup angin dari puncak kemudian menyebar horisontal ke timur pada elevasi 1.700-1.800m dari muka laut," ujarnya.

Masih kata Sutopo, sekitar pukul 07:48 WIT hembusan abu masih berlanjut ditiup angin ke timurĀ  pada elevasi 1.700-2.500 m dari muka laut. Sedangkan pada pukul 17:56-18:56 WIT abu masih mengepul agak vertikal tekanan sedang mencapai ketinggian 300-350 m dari puncak atau 2.100 m dari muka laut yang menyebar ke timur.

"Hasil pengukuran seismik tidak terekam adanya gempa-gempa vulkanik yang menunjukkan bahwa hembusan abu ini merupakan pelepasan tekanan dari energi sisa erupsi sehari sebelumnya. Tremor masih menerus dengan amplitudo 0,5 - 4 mm dengan dominan 2 mm. Kegempaan masih fluktuatif," tukasnya.

Erupsi Gunung tersebut, menyebabkan hujan abu di beberapa kelurahan di Kota Ternate seperti Kelurahan Salero, Soa Sio, Sangaji, Dufa-Dufa, dan beberapa kelurahan di Kecamatan Ternate Tengah.

Namun demikan, kata Sutopo, masyarakat belum perlu mengungsi. "Hanya saja, masyarakat di sekitar G. Gamalama dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak G. Gamalama dalam radius 1.5 km. Kondisi aktivitas masyarakat berjalan normal," bebernya.

Saat ini pihak BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kota Ternate dan unsur pemda memberikan bantuan masker. Total 10.000 lembar masker sudah dibagikan kepada masyarakat. Mobil-mobil tanki dikerahkan untuk menyemprot jalan dan bandara agar tidak tertutup abu vulkanik. (***)

Sumber:BNPB
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Maluku Utara

wwwwww