Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
20 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
15 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Badminton

Duri Kota Petro Dollar Jadi Tujuan Idola Anak Punk Asal Sumut, Alasannya Mengkritik Pemerintah Setempat

Duri Kota Petro Dollar Jadi Tujuan Idola Anak Punk Asal Sumut, Alasannya Mengkritik Pemerintah Setempat
Sejumlah anak punk mulai menghiasi setiap trafich ligth di Duri, Kecamatan Mandau.
Senin, 08 Agustus 2016 13:39 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Dua hari terakhir, sejumlah anak punk dengan dandanan rambut mohawk dicat, pakaian berantakan ala berandalan, muka penuh dengan tindik dan piercing, terlihat memenuhi setiap persimpangan Jalan Raya di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Pantauan GoRiau.com, mereka terlihat mulai dari simpang Pokok Jengkol, simpang Telkom dan simpang Geroga. Mereka bermain musik dengan suara parau dan lirik penuh pembangkangan. Duri, daerah Kecamatan yang disebut Kota Petro Dollar ini menjadi tempat favorit mereka setiap tahun.

"Kami yang hidupnya di Jalanan inikan selalu berpindah. Paling enak itu di Duri. Banyak bangunan kosong, bisa dijadikan tempat istirahat. Enaknya lagi tidak pernah diusik oleh aparat pemerintahan setempat. Kalau di Pekanbaru atau Dumai, kami masih diburu oleh Satpol PP, tapi kalau di Duri sampai kami bosan masih aman dari ancaman penertiban atau razia," kata Lucas, salah satu dari anak Punk asal Sumatera Utara yang dikonfirmasi GoRiau.com, Senin (8/8/2016) siang.

Saat ditanyakan, bangunan kosong mana yang sering mereka jadikan tempat istirahat sementara, Lucas menjawab masih disekitar Jalan Hangtuah ini. Namun ia tidak tau menyebutkan apa nama tempat tersebut.

"Dekat sekitar kantor Koramil itu banyak tempat yang bisa dipakai untuk istirahat. Dan biasanya kalau sudah di Duri ini kami mau sebulan dan kemudian berpindah lagi, numpang kendaraan lintas provinsi," imbuhnya lagi didampingi 9 orang teman-temannya dengan pandangan sinis.

Keberadaan mereka yang baru muncul ini belum terlalu meresahkan masyarakat Duri. Namun dari cerita mereka yang akan turun kesejumlah tempat makan saat malam hari, akan menjadi keluhan bagi masyarakat.

"Kalau dipersimpangan Jalan kita tidak terlalu ditolak masyarakat. Tapi kalau kita turun ke sejumlah tempat makanan dan cafe, itu biasanya belum 1 menit udah disuruh pergi sama pengelola tempat makanan," ketusnya lagi meski sudah dilarang temannya bercerita banyak.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Mandau, Syamsul Alam saat dikonfirmasi perihal penertiban anak punk ini, tidak berada di kantor. Dan saat dicoba menghubungi sambungan selulernya juga tidak tersambung. Hingga berita ini dirilis, Syamsul Alam masih belum bisa dihubungi. ***

Kategori:PON, Badminton
wwwwww