Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
14 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Waspada! Aksi Penipuan Mengaku Penyelenggara Haji, Begini Modusnya

Waspada! Aksi Penipuan Mengaku Penyelenggara Haji, Begini Modusnya
Kasat Binmas Polresta Pekanbaru, Kompol Dedy Suryadi
Senin, 08 Agustus 2016 13:44 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Memasuki musim haji 2016, Polresta Pekanbaru, Provinsi Riau, meminta masyarakat agar waspada terhadap segala bentuk modus penipuan dengan modus yang mengaku dari pihak penyelenggara haji.

Kasat Binmas Polresta Pekanbaru, Kompol Dedy Suryadi, Senin (8/8/2016) mengatakan, banyak modus penipuan yang terjadi, baik itu dengan SMS, hipnotis maupun telepon yang kerap terjadi.

"Jika ada warga yang menjadi sasaran ataupun korban, ada baiknya untuk mengkorfimasi terlebih dahulu dengan pihak terkait, dari Departemen Agama (Depag) atau instansi penyelenggara haji," kata Dedy saat berbincang dengan GoRiau.com di ruangannya.

"Salah satu modusnya, dengan menghubungi pihak keluarga dari jemaah haji dan mengatakan jemaah tersebut mengalami insiden, kemudian meminta keluarga yang bersangkutan untuk mentransfer sejumlah uang," sambungnya.

Selain itu, Dedy menuturkan, untuk mencegah adanya korban dalam kasus penipuan modus berpura-pura sebagai penyelenggara haji pihaknya juga memberikan himbauan kepada masyarakat.

"Langkah-langkah dan uapaya kita dengan memberikan himbauan dan sosialisai kepada masyarakat untuk tidak terpedaya dengan penipuan dengan modus serupa," tuturnya.***

wwwwww