Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
17 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Balon Bupati di Tamiang Ini Akui Relawannya Kerja Gotong-royong

Kamis, 11 Agustus 2016 09:17 WIB
Penulis: Suparmin
balon-bupati-di-tamiang-ini-akui-relawannya-kerja-gotongroyongLukmanul Hakim

KUALASIMPANG - Lukmanul Hakim dalam mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Tamiang dianggap tuntas satu tangga, karena berhasil mengumpulkan fotokopi KTP dari masyarakat.

Pada, Rabu (10/8/2016), Lukmanul Hakim dan Abdul Manaf didampingi tujuh sukarelawan, menyerahkan sebanyak 8.612 lembar fotokopi KTP ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat.

"Tidak ada tim sukses, mereka cuma relawan yang bekerja secara gotong-royong tanpa gaji dalam membantu saya. Mereka melakukannya secara sukarela, ikhlas dan tulus. Saya sangat bersyukur atas kesetiaannya itu. Saya bisa memenuhi persyaratan yang diminta oleh KIP," ucap Lukmanul Hakim kepada GoAceh, Rabu (0/8/2016).

Ke tujuh orang yang dimaksud Lukman adalah, Saparuddin, Pitat, Suhendra, Anto, Iskandar, Reza Akbar, dan Aye. Enam orang di antaranya berprofesi sebagai petani kecil di kampungnya. Sementara Suhendra, adalah buruh kasar berstatus karyawan di sebuah perusahaan perkebunan sawit.

"Selain mengumpulkan fotokopi KTP milik masyarakat secara gratis, mereka juga membantu saya untuk mensosialisasikan tentang dampak buruknya politik uang. Mereka juga menyeru soal pembangunan peningkatan ekonomi masyarakat dengan tema, melalui masyarakat untuk masyarakat dan masalah pentingnya memahami pilkada yang baik dan benar," ujar Lukmanul Hakim.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Metropolitan
wwwwww