Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
24 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Baru Saja, 10 Orang Diduga Preman Terjaring Razia Polda Riau, 1 Diantaranya Remaja 16 Tahun

Baru Saja, 10 Orang Diduga Preman Terjaring Razia Polda Riau, 1 Diantaranya Remaja 16 Tahun
Tampak polisi memberikan arahan kepada orang-orang diduga preman yang terjaring razia Polda Riau, Jumat malam
Jum'at, 12 Agustus 2016 21:52 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - 10 orang diduga preman, terpaksa diangkut polisi dari dua lokasi, diantaranya Senapelan Plaza samping Mal Pekanbaru dan seputaran Matahari Plaza Citra, Jumat (12/8/2016) malam. Mereka terjaring operasi razia preman yang digelar Polda Riau.

Dari 10 orang ini, satu diantaranya masih remaja berusia 16 tahun. Mayoritas mereka tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan polisi juga mendapati 10 slop rokok tanpa cukai dari tangan mereka. Tidak diketahui dari mana itu diperoleh.

Razia yang berlangsung dua jam mulai pukul 19.30 WIB tersebut memang menyasar target para preman yang kerap membuat resah masyarakat. Ini sekaligus mencegah adanya potensi pelaku kejahatan di lokasi-lokasi keramaian, termasuk pusat perbelanjaan.

"Pada razia premanisme ini kita mengerahkan sekitar 30 personil gabungan, terdiri dari Sabhara, Direktorat Reskrimum dan ditambah anggota Provost dua orang. Sementara ini dua lokasi tersebut yang kita targetkan," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

Menurutnya, razia serupa akan terus ditingkatkan, khususnya di lokasi-lokasi yang dinilai rawan, dengan tujuan meminilasir kejahatan konvensional. Sementara 10 orang yang terjaring itu, dibawa ke Mapolda Riau untuk di data dan dicek apakah pernah terlibat kejahatan.

"Kita jalankan berbagai program untuk menciptakan Kamtibmas di masyarakat, seperti razia-razia hingga menempatkan polisi di mana pun (strong point), agar polisi ada di mana-mana. Termasuk patroli," kata Guntur kepada GoRiau.com, usai razia dilakukan. ***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww