Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
16 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
19 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
16 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Beladiri
TNTN Digunduli

Kemarahan Pangdam I Bukit Barisan: Saya Perintahkan Bakar Rumahnya, Cari Orangnya!

Kemarahan Pangdam I Bukit Barisan: Saya Perintahkan Bakar Rumahnya, Cari Orangnya!
Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Lodewyk Pusung (Foto: Chairul Hadi)
Sabtu, 13 Agustus 2016 17:15 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayor Jenderal Lodewyk Pusung marah besar saat mengetahui kalau Taman Nasional Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau 'digunduli' alias dijarah para perusak lingkungan.

Ia pun memerintahkan jajarannya supaya menindak tegas pelaku pembakar lahan, yang sengaja melakukan hal itu, termasuk memerintahkan untuk membakar rumah dan pondok yang ditemukan di lokasi pembalakan liar, salah satunya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

"Saya perintahkan bakar rumah yang berada di kawasan hutan negara. Rumah-rumah itu ilegal dan mereka menyerobot tanah negara. Bakar rumahnya, cari orangnya," berang Pangdam saat di Posko Satgas Karhutla Riau, Kota Pekanbaru, Sabtu (13/8/2016).

Tindakan tegas itu menurutnya harus diambil, lantaran perbuatan para perusak lingkungan ini tidak hanya akan menghancurkan hutan, namun juga menyebabkan kebakaran lahan. Sebab, selain mencuri kayu mereka juga membuka lahan untuk perkebunan, dengan membakarnya.

Mayjen TNI Lodewyk Pusung pun siap 'pasang badan'. Dia tidak akan khawatir bila intruksi ini akan menuai kecaman dari sejumlah pihak, lantaran dinilai terlalu keras. Sebab, TNI dan Polri telah melakukan beragam upaya guna menanggulangi Karhutla.

"Tadi saya terbang dari Dumai ke Pekanbaru. Dari atas saya lihat ada aktivitas perambahan hutan, sementara di sisi lainnya terjadi kebakaran," ungkapnya. Fakta ini lah yang membuat Pangdam marah dan mendesak jajarannya mengambil sikap tegas tersebut.

"Tapi ingat, harus dilakukan dengan cara yang elegan," pungkasnya.

Diberitakan GoRiau.com sebelumnya, Satgas Udara yang melakukan patroli di TNTN Pelalawan acap kali menemukan pondok terlarang. Tak jauh dari pondok ini ada lahan yang sudah dirambah serta ada pula yang dibakar.

Pasukan elit TNI AU pun diterjunkan bersama Polri dan AD melakukan penyisiran di sana, namun terduga perambah lahan ini sudah melarikan diri. Agar tidak digunakan lagi, pasukan gabungan itu pun membakar habis pondok mereka. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww