Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Menurut Zulkifli Hasan, Kasus Archandra Bukan Kriminal, Yang Dinilai Kinerja Jangan Kewarganegaraannya

Menurut Zulkifli Hasan, Kasus Archandra Bukan Kriminal, Yang Dinilai Kinerja Jangan Kewarganegaraannya
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.
Senin, 15 Agustus 2016 13:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Persoalan kewarganegaraan yang membelit menteri ESDM Archandra, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan justru tidak sependapat dipersoalkan.

Menurutnya masalah tersebut tidak perlu diperdebatkan, karena sesungguhnya solusinya sangat simple.

"Kalau sudah milih jadi WNI ya sudah, gak ada masalah kan?," ucap Zulkifli di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Menurutnya ini kan bukan pidana kriminal. "Kalau sudah jadi WNI, dan ada paspornya ya sudah. Yang dinilai kinerjanya," lanjut dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanudin mengatakan, sesuai UU 12/2006 Pasal 23 huruf a tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, ke-WNI-an seseorang hilang dengan sendirinya jika dia sudah menjadi warga negara lain.

"Kewaarganegaaran itu hilang, secara otoimatis ketika WNI mendapatkan, miliki atau mengurus warga lain," ujarnya.

Namun jika bersangkutan ingin kembali menjadi warga negara Indonesia maka harus melalui sejumlah persyaratan. Di antaranya tinggal selama minimal lima tahun di Indonesia setelah dia mendaftar. (***)

wwwwww