Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
8 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

'Pabrik' Sabu di Aceh Utara Selama Ini Sepi dan Tak Mencurigakan

Pabrik Sabu di Aceh Utara Selama Ini Sepi dan Tak Mencurigakan
Rumah produksi sabu-sabu di Paloh Lada, Aceh Utara masih sepi setelah dibuka garis polisi. [Sarina]
Senin, 15 Agustus 2016 12:51 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSUKON - Pascapenggerebekan, rumah yang diduga memproduksi sabu di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, masih terlihat sepi. Kondisi sepi ini hampir sama sebelum penggerebekan.

Pantauan GoAceh, Senin (15/8/2016) pagi, rumah yang terletak sekitar 12 meter dari pinggir Jalan Medan-Banda Aceh atau jalan nasional tersebut, masih sepi dari hilir mudik warga atau keluarga tersangka, bahkan garis polisi tidak lagi terpasang.

Keuchik (kepala desa) Gampong Paloh Lada, Abdurrahman mengatakan, selama ini tidak terlihat kecurigaan apapun di rumah tersebut, karena rumahnya sepi dan tidak ada kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kecurigaan warga.

"Kegiatan sehari-hari mereka tidak ada yang mencurigakan, dan tamu-tamu asing pun tidak terlihat keluar masuk ke rumah tersebut," kata Keuchik.

Sambungnya, pemilik rumah tersebut tidak memiliki masalah dengan masyarakat sekitar, dan dia pun selalu bergaul seperti bisa dengan masyarakat setempat.

Ia juga menyampaikan, ketika pihak BNN menggerebek rumah tersebut, dia pribadi tidak percaya, pemilik rumah itu menjadi rumahnya sebagai tempat pengolahan narkoba jenis sabu-sabu.

Sementara menurut keterangan salah seorang warga, Siti kepada GoAceh, Camat Dewantara Amir Hamzah, baru saja mengunjungi rumah yang dijadikan peracik sabu-sabu tersebut. "Tadi ada pak camat kemari, dia cuma lihat-lihat saja, abis itu langsung pulang," katanya

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat menggerebek rumah yang dijadikan tempat racik sabu-sabu di Paloh Lada, Dewantara, Aceh Utara, pada Sabtu (13/8/2016) malam. Kemudian menangkap dua tersangka berinisial ES (35) warga Dewantara, dan MU (35) warga Banda Aceh.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Badminton, PON
wwwwww