Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

PWA Kutuk Perilaku Oknum TNI AU Aniaya Wartawan Medan

Selasa, 16 Agustus 2016 14:44 WIB
Penulis: Sarina
pwa-kutuk-perilaku-oknum-tni-au-aniaya-wartawan-medanKetua Advokasi PWA Rahmad YD

LHOKSEUMAWE - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Aceh (DPP-PWA) mengutuk keras tindakan bodoh prilaku oknum TNI AU terhadap wartawan di Medan, Sumatera Utara, yaitu wartawan Tribun Medan dan wartawan MNC TV.

Hal tersebut dikakatakan oleh Ketua Advokasi PWA di Lhokseumawe Rahmad YD. Menurutnya, perilaku sadis tersebut telah melanggar nilai-nilai kemanusian, konon lagi perbuatan itu melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kami meminta seluruh organisasi profesi wartawan yang ada di Tanah Air agar menolak tegas permohonan maaf dari kesatuan TNI AU, oknum itu harus dipecat dari kesatuan TNI,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, kejadian kekerasan yang dialami rekan-rekan jurnalis di tanah air selama ini tidak pernah ada kejelasan hukum, untuk itu harus diadili secara militer serta transparan dalam proses peradilan.

Sambung Rahmad, apabila ada ketegasan, maka ke depan tidak lagi terjadi perbuatan buruk yang mencoreng oknum-oknum aparat di negeri ini dan mencoreng nama baik intansi militer itu sendiri.

“PWA dan seluruh organisasi profesi wartawan di Aceh turut prihatin mendalam atas kasus kekerasan yang menimpa teman seprofesi kami di Medan, Kami berharap, seluruh wartawan di Indonesia untuk menggalang dukungan penuh dan mengawal proses hukum hingga tuntas,” ajaknya.

Seperti diketahui sebelumnya aksi pemukulan terhadap kedua wartawan terjadi saat unjuk rasa warga terhadap sengketa lahan di Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Senin (15/8/2016). Akibat kejadian itu dua wartawan, Array Argus dan Andri Safrin terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena dihajar oleh oknum TNI AU.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Badminton, Beladiri
wwwwww