Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
14 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
18 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Awas! Penipuan Modus Pacar Dokter Pinjam Uang, Seorang Perawat di Pekanbaru Jadi Korban

Awas! Penipuan Modus Pacar Dokter Pinjam Uang, Seorang Perawat di Pekanbaru Jadi Korban
Ilustrasi
Kamis, 18 Agustus 2016 08:21 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Seorang perawat bernama Witri Yulda (23) menjadi korban penipuan, Selasa (16/8/2016). Pelaku yang berpura-pura sebagai pacar dokter tempat korban bekerja berhasil menguras uang korban sebesar Rp9,3 juta.

Aksi penipuan itu bermula sekitar pukul 07.00 WIB, ketika pelaku menghubungi korban melalui telepon dan meminta sejumlah pulsa. Dengan mengaku sebagai pacar dari dokter tempat korban bekerja, pelaku juga meminta uang kepada korban.

Untuk lebih meyakinkan korban, pelaku berjanji akan mengembalikan uang korban pada sore harinya. Tanpa rasa curiga, korban langsung pergi ke ATM Muamalat di jalan Sudirman, Pekanbaru, Provinsi Riau dan mentransfer uang Rp9,3 juta ke rekening pelaku.

Data yang dirangkum GoRiau.com dari kepolisian, hingga sorenya, pelaku sudah tidak bisa dihubungi lagi dan saat dikonfirmasi, ternyata dokter tersebut tidak mengenal pelaku. Korban kemudian membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru.

"Laporan korban baru kita terima Rabu (17/8/2016) kemarin dan sementara ini, kasusnya sedang ditangani Satreskrim Polresta Pekanbaru untuk penyelidikan," benar Kassubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Letman Z, saat dikonfirmasi Kamis (18/8/2016).

Dalam hal ini, Letman mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan segala bentuk modus penipuan untuk meminta mentransferkan uang atau pulsa. "Lebih baik pastikan dulu kepada orangnya sebelum mentransfer uang," tukasnya.***

wwwwww