Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
Home  /  Berita  /  Badminton

Pasca Tewasnya Honorer Dispenda Usai Bunuh Polisi, Warga Meranti Minta Kapolres Dicopot

Pasca Tewasnya Honorer Dispenda Usai Bunuh Polisi, Warga Meranti Minta Kapolres Dicopot
Pertemuan ratusan warga pasca tewasnya AAP setelah ditembak polisi dengan dua tembakan di kaki (Foto: Safrizal)
Kamis, 25 Agustus 2016 11:22 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Mediasi terus berlangsung di Aula RSUD Kepulauan Meranti, Riau, pasca meninggalnya honorer Dispenda Meranti berinisial AAP setelah mendapat dua tembakan dari polisi. Dia ditembak lantaran menusuk polisi saat berkelahi, hingga meregang nyawa.

Setelah itu, ribuan warga mendatangi RSUD Kepulauan Meranti. Mereka ingin bertemu dan meminta pertanggungjawaban dari polisi atas kematian honorer pasca di tembak.

Terlihat di dalam Aula, Kapolres AKBP Asep Iskandar SIk MM, Wakapolres Rudi R Samosir, dan beberapa orang tua di Kepulauan Meranti seperti Ketua LAM Kepulauan Meranti, tokoh masyarakat Tarmizi, Mulyono, Ketua PP Meranti Asnan Mahadar dan anggota Darto, pihak legislatif Hafizan Abbas dan Muzakir, Asisten II Anwar Zainal, dan Sekda Iqaruddin.

Tarmizi, mewakili masyarakat meminta pelaku penembakan honorer hingga meregang nyawa diproses hukum. Sementara mereka juga minta rekomendasi dari LAM R Kepulauan Meranti agar Kapolres Asep Iskandar SIk dicopot karena dianggap gagal membina anggota sehingga terkesan arogan terhadap masyarakat.

Saat ini sedang berlangsung pertamuan itu. Di luar ruangan, ribuan warga Meranti memadati halaman Aula RSUD Jalan Dorak Selatpanjang. Terlihat polisi berjaga-jaga.  ***

wwwwww