Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Pasca Bentrokan Berdarah di Meranti, Kapolda Riau Dicurhati Soal Arogansi Polisi

Pasca Bentrokan Berdarah di Meranti, Kapolda Riau Dicurhati Soal Arogansi Polisi
Pertemuan antara Kapolda Riau dan tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat siang (Foto: Chairul Hadi)
Jum'at, 26 Agustus 2016 11:46 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Ratusan orang mewakili masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau menggelar pertemuan dengan Kapolda, Brigjen Pol Supriyanto, Jumat (26/8/2016) siang di Selatpanjang. Mereka pun curhat habis-habisan soal sikap dan arogansi polisi selama ini.

Perwakilan masyarakat ini mengeluh soal cara bersikap dari polisi yang mereka nilai kerap bersikap kurang tepat dan menyudutkan warga sipil. Mulai dari hal sepele semisal razia jalan raya, hingga proses penanganan hukum, termasuk kasus kematian Apriadi Pratama, usai ditangkap polisi.

Mereka bahkan menyebut kalau aparat penegak hukum di sini sok jagoan dan sombong. Tidak hanya soal internal kepolisian saja, perwakilan tersebut bahkan menyinggung terkait maraknya peredaran narkoba yang selama ini berlangsung di Kepulauan Meranti.

Menyikapi itu, Brigjen Supriyanto pun menjawabnya dengan tegas. "Kami mempertanggung jawabkan semua prosesnya, bahkan hingga ke Mabes Polri (soal Apriadi, red). Tolong percayakan kepada saya. Jika kepercayaan itu saya ingkari, saya tidak akan ada muka di depan masyarakat," yakin dia.

Secara internal, paparnya, Bid Propam Polda Riau masih mengusut adanya dugaan kesalahan prosedur ini. "Mereka (personil, red) yang terlibat akan kami bawa ke Pekanbaru dan diperiksa di sana. Karena kalau di Meranti, bisa mempengaruhi proses penyelidikan," sebutnya.

"Kalau di Polda tidak bisa main-main. Saya yang pantau langsung. Juga ada media, kita akan kabari terus seperti apa kelanjutannya. Tidak akan ada yang kita tutup-tutupi. Saya tidak ingin disebut sebagai Kapolda yang melindungi anggota yang bersalah," lanjutnya.

Sikap tegas Kapolda ini langsung ditanggapi positif ratusan perwakilan masyarakat tersebut. Ia memastikan pihaknya tidak mentolelir aksi main hakim sendiri. "Semua ada aturannya. Ini juga sesuai arahan Pak Kapolri, sikapi dengan tegas kalau ada polisi bersalah. Ini bukan janji palsu saja," ucapnya.

Selain dihadiri perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat serta ketua organisasi, pertemuan ini juga diwakili oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim, Ketua LAM R Meranti, Ridwan Hasan, tokoh penting Kabupaten Kepulauan Meranti Wan Abu Bakar serta TNI.

Sementara dari kepolisian, hadir Irwasda Polda Riau, Kombes Achmad Nurda Alamsyah, Direktur Sabhara Kombes Tumpal Manik, Kasat Brimob Kombes Pradah Pinunjul, Kabid Propam AKBP Pitoyo Agung Yuwono serta Kapolres Meranti, AKBP Asep Iskandar. ***

wwwwww