Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebelum Tewas di Polres Meranti, Keluarga Isrusli Rasakan Firasat Ganjil Hingga Mimpi Soal Baju

Sebelum Tewas di Polres Meranti, Keluarga Isrusli Rasakan Firasat Ganjil Hingga Mimpi Soal Baju
Prosesi pemakaman Isrusli, Jumat siang tadi (Foto: Chairul Hadi)
Jum'at, 26 Agustus 2016 22:00 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Isrusli, salah seorang warga sipil yang turut jadi korban saat bentrokan di halaman Polres Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Kamis (25/8/2016) siang lalu dikenal pendiam dan tak pernah marah.

Almarhum yang sehari-hari sebagai nelayan ini juga tak pernah sekalipun berkata-kata kasar kepada keluarga dan rekan di lingkungannya, Kota Selatpanjang. Namun tuhan berkata lain, Is (panggilannya, red) harus dijemput yang maha kuasa terlebih dahulu.

Menurut adik kandung korban, Rusnani, kepergian pria 45 tahun tersebut sempat meninggalkan firasat. Bahkan beberapa jam sebelum tewas, Rusli yang memiliki tiga anak serta seorang istri ini juga menunjukkan gelagat tak biasa.

"Istrinya (Is, red) kan berdagang di pasar. Siangnya bang Is datang ke sana menemui istrinya Uli. Makan nasi sebungkus bagi dua. Saya perhatikan aja dari jauh, kok beda gitu," kisah Rusnani saat berbincang dengan GoRiau.com (GoNews Group), Jumat (26/8/2016) siang usai pemakaman.

Bahkan beberapa hari sebelumnya, Rusnani sempat bermimpi ganjil yang menyiratkan kepergian abangnya. "Saya mimpi Bang Is jual baju awak (aku, red). Biasanya kalau mimpi baju hilang ada pertanda buruk, rupanya ini jawabannya," katanya berurai ari mata.

Isrusli sudah dimakamkan siang tadi. Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto bahkan ikut menggotong peti jenazah almarhum hingga ke peristirahatan terakhir. Korban meregang nyawa setelah terluka parah di kepala. Menurut polisi, Is saat itu terkena lemparan batu, persis ketika bentrokan pecah. ***

wwwwww