Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
13 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
12 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
7 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
8 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
7 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Sekolah Tinggi Pariwisata Riau Gelar Coffee Moning

'Memahami Naluri Pelanggan Adalah Cara Tepat Menggaet Konsumen'

Memahami Naluri Pelanggan Adalah Cara Tepat Menggaet Konsumen
Diskusi wisata STP Pariwisata Riau. (humas untuk GoNews)
Minggu, 28 Agustus 2016 15:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau, menggelar Coffe Morning bertema "The Primitive Instinct of The Customers Insight to The Consumers.

Acara yang berlangsung di Hotel Furaya Pekanbaru itu, STP menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kratif (Disparekraf) Riau, Fahmizal Usman.

Selain itu hadir juga Ketua III STP Riau Drs Riyono Gede Trisoko MM, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) H Ondi Sukmara dan Pemilik STP Riau Suwardi.

Kadisparekraf Riau Famizal menekankan, bahwa angka peningkatan wisatawan di Riau tidak terlepas dari pengemasan produk dan senyum sapa. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung (wisman). Namun diakuinya, dalam cara mengemas dan senyum sapa inilah yang dirasakan belum maksimal sampai saat ini.

"Kita mengakui memang kemasan dan senyum sapa, belum mengena sepenuhnya untuk menyambut para wisatawan baik lokan maupun luar. Jadi inilah yang harus kita lakukan, kita tidak bicara lagi soal produk apa, tapi produk yang ada kemasanya bagaiaman," ujar Fahmizal Usman Kepada GoRiau.com (GoNews Group), Sabtu (27/8/2016) kemarin.

Untuk itu kata Fahmizal, kekuarangan inilah yang menjadi perhatian penuh pihak Disparekraf dan instansi terkait untuk memperbaikinya. "Tujuanya jelas, agar persoalan ini tidak disepelekan begitu saja. Karena daerah lain sudah melakukan itu, jadi Riau dengan gencarnya promosi Riau Menyapa Dunia akan sia-sia jika hal-hal seperti itu diabaikan," jelasnya.

Dari sisi lain, Fahmizal menjelaskan, saat ini segala sesuatu promosi tentang berbagai paket objek wisata sebagian sudah berjalan dengan baik, dan tinggal menambah kemasan produk yang bagus serta menambah keramahan sapa saja.

"Kami sudah melakukan kerjasama dengan pihak terkait terutama Media sebagai corong informasi pariwisata Riau. Selain itu juga media sosial telah banyak berperan untuk melakukan berbagai promosi dikalangan komunitas," tandasnya.

Sementara itu, Ketua III STP Riau Drs Riyono Gede Trisongko MM lebih banyak menyikapi tentang kejenuhan pasar karena persaingan ataupun kebutuhan produk baru yang dianggap akan selalu berangkat dari peristiwa sosial dan karakter psikologi. Oleh karenanya mengeksplor pariwisata tidak hanya berpijak kepada promosi.

Namun kata dia, sebagai cara mengeksplor dunia wisata, juga harus melalui trade marketing dalam hal ini adalah dukungan owner ataupun masyarakat.

"Memahami tentang naluri pelanggan adalah kunci mengaet konsumen. Saya rasa ini yang penting menjadi pemikiran bersama untuk memajukan pariwisata Riau kedepan," tegasnya.

Sementara itu, Pemilik STP Riau Suwardi Ms mengungkapkan, tujuan kegiatan ini adalah membangun kerjasama dunia pariwisata dan usaha dalam rangka membantu menuhi target pencapaian kunjungan  wisatawan nusantara sebanyak 2.750 juta pada tahun 2019 mendatang.

Adapun para undangan yang hadir dalam acara tersebut kata dia, dihadiri sebanyak 42 peserta dari 50 undangan yang terdiri dari GM, Pengusaha hotel yang ada di Pekanbaru.

"Diharapkan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) hotel yang berpendidikan Deploma III,lebih meningkatkan kembali keahliannya. STP Riau sudah membuka peluang untuk progam eksekutif dengan metode jemput bola," pungkasnya. (*/dnl)

wwwwww