Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
15 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Kelompok Beras, Tarif Listrik dan Pulsa Ponsel Sebabkan Riau Inflasi 0,13 Persen

Kelompok Beras, Tarif Listrik dan Pulsa Ponsel Sebabkan Riau Inflasi 0,13 Persen
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Joni Kasmuri (tengah). (Foto: Ratna SD)
Kamis, 01 September 2016 12:09 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Tiga gabungan kota di Provinsi Riau, yakni Tembilahan, Pekanbaru dan Dumai kembali mengalami inflasi sebesar 0,13 persen pada Agustus 2016. Inflasi terjadi diantaranya karena kenaikan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,69 persen dan kelompok perumahan sebesar 0,36 persen.

"Semua tiga kota IHK (Indeks Harga Konsumen (IHK) di Riau menyumbang inflasi, yaitu Tembilahan sebesar 0,26 persen, Pekanbaru sebesar 0,13 persen dan Dumai sebesar 0,05 persen. Dari 23 kota di Sumatera, inflasi terendah terjadi di Sumatera," ungkap Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Joni Kasmuri kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (1/9/2016).

Adapun komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau, diantaranya beras, tarif listrik, cabai merah, ikan serai, kentang, telur ayam ras, bayam, tarif pulsa ponsel, minyak goreng, cabai rawit, kangkung, sewa rumah, daging sapi, sandal kulit, dan ikan tongkol.

"Kelompok pengeluaran bahan pokok makanan menjadi penyumbang terbesar inflasi pada bulan Agustus, andilnya hingga 0,36 persen. Sementara kelompok komunikasi seperti tarif pulsa ponsel masih menyumbang inflasi tetapi terjadi penurunan dibanding dengan bulan lalu," jelasnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww