Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Penerapan Syariat Islam di Langsa belum Maksimal

Penerapan Syariat Islam di Langsa belum Maksimal
Ilustrasi
Kamis, 01 September 2016 22:19 WIB
Penulis: Yudi Purnama

LANGSA – Penerapan Syariat Islam di Kota Langsa, dinilai belum maksimal dan terkesan tebang pilih. Selama ini, sasaran dari razia yang dilakukan Dinas Syariat Islam Kota Langsa lebih kepada kaum perempuan ketimbang laki-laki. Hal tersebut dikatakan Ustazah Masdalifah Sembiring, kepada GoAceh.

“Setiap razia busana, rata-rata yang tertangkap pihak wanita. Harusnya untuk kaum laki-laki juga dirazia khusus. Misalnya saat waktu salat Jumat, laki-laki yang kedapatan tidak ke masjid harus ditindak,” kata Masdalifah, Kamis (1/9/2016) malam di kediamannya Jalan Stadion, Paya Bujok Seulemak, Langsa Baro, Aceh.

Selain itu, tambahnya, personel Dinas Syariat Islam Langsa juga harus sering merazia warung-warung kopi yang banyak menyediakan lapak permainan domino. Masdalifah melanjutkan, meskipun penerapannya masih belum maksimal, namun dalam hal berbusana, warga Langsa terutama kaum perempuan, sudah menunjukkan cara berpakaian yang Islami. “Banyak wanita sekarang yang malu keluar rumah tanpa menggunakan jilbab,” ujar wanita berusia 46 tahun tersebut.

Untuk itu, selain rutin mengadakan razia busana, pihak Dinas Syariat Islam juga harus menerjunkan langsung anggotanya ke tengah masyarakat. “Contoh, ada ibu-ibu ke pasar tidak memakai jilbab. Nah, anggota Dinas Syariat Islam tadi harus berani menegur langsung ibu tersebut,” kata Masdalifah yang juga dosen di IAIN Langsa.

Ia menyadari, menerapkan Syariat Islam bukanlah hal yang mudah. Perlu keterlibatan semua elemen masyarakat. “Kalau cuma pihak Dinas Syariat Islam yang bergerak, hasilnya kurang maksimal. Coba libatkan pihak lain, misalnya para pendakwah, Insya Allah Syariat Islam di Kota Langsa akan berdiri tegak,” tandas Masdalifah.

Editor:TAM
Kategori:Badminton, Hiburan
wwwwww