Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudah 35 Rumah Rusak Akibat Pohon Tumbang, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada di Musim Penghujan

Sudah 35 Rumah Rusak Akibat Pohon Tumbang, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada di Musim Penghujan
Para petugas sedang membersihkan sisa-sisa dahan akibat pohon tumbang. (foto: detik.com)
Jum'at, 02 September 2016 14:06 WIB
JAKARTA - Sebanyak 35 rumah rusak dan 41 pohon tumbang akibat angin kencang disertai hujan di Jakarta Selatan malam tadi. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi potensi angin kencang masih terus meningkat.

"Untuk wilayah Jabodetabek, area selatan memiliki potensi hujan yang lebih banyak dibanding area lainnya. Begitu juga dengan potensi angin kencang dan petir yang diperkirakan juga muncul bersamaan dengan potensi hujan," ujar Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra dalam pesan releasenya, Jumat (2/9/2016).

Menurutnya, potensi hujan di beberapa wilayah Pulau Jawa, sebagian Sumatera, dan Kalimantan cenderung meningkat pada akhir Agustus hingga awal September 2016.

Begitu juga dengan potensi angin kencang yang menyertai fenomena hujan lebat juga cenderung meningkat. Diperkirakan pada bulan September 2016 yang merupakan periode peralihan musim di beberapa wilayah di Indonesia, maka akan memunculkan potensi pembentukan awan hujan yang bersifat sporadis.

Artinya, awan hujan dapat terbentuk lebih cepat dan menimbulkan hujan yang turun dengan singkat namun dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang."Begitu juga potensi angin kencang atau puting beliung yang juga cukup potensial terjadi terutama pada periode siang hingga menjelang malam hari.

Meskipun memiliki skala wilayah yang cukup kecil, namun adanya potensi angin kencang agar diantisipasi oleh masyarakat," paparnya.

Utamanya terkait dengan kondisi bangunan, pohon-pohon yang rapuh ataupun kondisi lingkungan agar lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang tiba-tiba.

"Sedangkan wilayah Indonesia untuk seminggu ke depan, potensi hujan muncul di beberapa kota di Pulau Jawa serta sebagian Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Utara, serta wilayah Indonesia bagian Timur seperti Maluku tenggara dan Papua juga cukup potensial," ucap Agie.

Sebelumnya, hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016) mulai pukul 19.00 WIB. Sebanyak 41 pohon tumbang, 35 unit rumah rusak. Selain itu, tiang listrik serta 4 baliho juga ada yang roboh. (rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww