Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Massa Sandera 7 Petugas LHK di Rohul Riau, Bambang Soesatyo: Mungkin Ada Beking dan Merasa 'Lebih Sakti'

Massa Sandera 7 Petugas LHK di Rohul Riau, Bambang Soesatyo: Mungkin Ada Beking dan Merasa Lebih Sakti
Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo. (istimewa)
Senin, 05 September 2016 14:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Penyanderaan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap 7 petugas LHK diduga kuat atas instruksi atau suruha dari pengusaha PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL).

Kasus tersebut menurut Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo ada orang besar dibalik aksi tersebut. Dirinya juga menduka orang besar itulah yang menjadi Beking aksi penyanderaan.

"Ini pasti ada pejabat (orang besar) yang menjadi beking pengusaha itu sehingga berani berbuat demikian, dan bisa karena merasa salah satu sponsor tokoh politik di tingkat nasional dan merasa lebih sakti dari oknum (petugas yang disandera)," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Dan menurut Bamsoet, harusnya penegakan hukum semestinya konsisten, bahkan terhadap orang terdekat sekalipun. Tindakan hukum yang tidak pandang bulu inilah yang seharusnya ditegakkan.

"Harus konsisten penegakkan hukum harus dinomor satu kan dari pada bela sahabat. Apalagi kalau memang sahabatnya melanggar atau salah. Bukan malah dilindungi," ujarnya.

Untuk itu kata dia, jajaran aparat khususnya pihak Kepolisian dan Kementerian LHK harus menyelidiki dugaan tersebut. "Selidiki, dan jika memang terbukti ya jangan dibiarkan, buat sesuai dengan hukum yang ada," pungkasnya. (***)

wwwwww