Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Mendadak Hari Ini Pedagang di Duri 'Ngambek', Jual Cabe Rp 65 Ribu per Kilogram

Mendadak Hari Ini Pedagang di Duri Ngambek, Jual Cabe Rp 65 Ribu per Kilogram
Pedagang Cabe merah di Pasar Dewi Sartika Duri.
Rabu, 07 September 2016 10:16 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Cabe yang biasanya sangat mudah di temui di Pasar Duri dan sekitarnya, mendadak hilang. Sejumlah pedagang mengaku kecewa, karena hari ini pemasok komoditi sayuran ini tidak datang seperti hari-hari biasanya.

Usut punya usut, ternyata kendaraan pemasok komoditi sayuran ini terjebak macet yang terjadi di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru. "Barang putus, tersangkut di Jalan yang macet itu," ujar Ujang, Rabu (7/9/2016) kepada GoRiau.com.

Dampaknya sayuran dari Sumatera Barat tidak masuk ke pasar Duri membuat sejumlah harga termasuk cabe jadi melambung tinggi. Cabe yang biasanya Rp 46 ribu perkilogram, mendadak naik menjadi Rp 65 ribu perkilogram.

"Kalau barang sedikit atau langka ini hukum pasar berlaku. Semuanya pasti naik harganya dari biasa. Teraniaya masyarakat kalau harga sayuran ini naik. Kalau Jalan masih macet, kemungkinan besok tidak dapat beli sayuran dari mudik (Sumbar)," kata Rita, seorang ibu rumah tangga. ***

Kategori:PON, Badminton
wwwwww