Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Teroris Indonesia Dibiayai Asing, DPP IMM: Pemerintah harus Tegas!

Teroris Indonesia Dibiayai Asing, DPP IMM: Pemerintah harus Tegas!
Ilustrasi
Sabtu, 10 September 2016 16:09 WIB
Penulis: Darma Putra
MEDAN -Laporan PPATK tentang adanya dana asing masuk ke Indonesia, dan untuk pendanaan terorisme merupakan jawaban atas kecurigaan publik selama ini. Kepala PPATK merilis negara-negara yang diduga menjadi asal suimber pendanaan jaringan terorisme di Indonesia.

Fitrah Bukhari, Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman, mengatakan terorisme di Indonesia memang sengaja diciptakan dan dipelihara pihak-pihak tertentu untuk menangguk untung.

"Banyak yang mendapat untung dari isu terorisme di tengah keawaman publik terhadap isu-isu teroris, dengan memanfaatkan phobia publik pada terorisme," kata Fitrah Bukhari, dalam rilisnya yang diterima GoSumut, Sabtu (10/9/2016).

Menurutnya di tengah laporan PPATK tersebut, terdapat temuan yakni Indonesia juga diduga menjadi jembatan guna mengirim pasokan dana bagi pembiayaan teroris di negara lain.

"Pemerintah dalam hal ini harus tegas. Pertama, PPATK harus bertindak dengan mengajukan pemblokiran rekening-rekening yang terbukti digunakan menjadi penyimpan dana operasional bagi gerakan-gerakan teroris," tambah mahasiswa Program Doktor Hukum UII.

PPATK juga melaporkan bahwa modus yang dilakukan pelaku salah satunya adalah melalui jalur pernikahan, kemudian membuka rekening lewat pasangan pelaku. Karenanya, Kementerian Agama perlu dilibatkan dalam pmberantasan terorisme.

"Hal ini harusnya dapat diantisipasi dengan meningkatkan pengawasan melalui KUA yang ada di kecamatan masing-masing," jelas Fitrah.

KUA dapat dilibatkan untuk melakukan mapping atau melaporkan pada pihak intelijen jika terdapat hal-hal yang mencurigakan di tengah-tengah masyarakat.

"Perlu mengoptimalkan KUA sebagai ujung tombak Kementerian Agama yang paling bersentuhan langsung dengan masyarakat," tandas Fitrah Bukhari.

Editor:Arif
Kategori:Badminton, Voli, Beladiri, PON
wwwwww