Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
12 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Festival Karawo 2016, Memperkenalkan Kain Gorontalo ke Tamu Timur Tengah

Festival Karawo 2016, Memperkenalkan Kain Gorontalo ke Tamu Timur Tengah
(foto: beritagar.id)
Rabu, 14 September 2016 04:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
GORONTALO - Festival Budaya Karawo 2016 digelar di Provinsi Gorontalo. Festival ini dimulai 9-13 Oktober 2014, dan menampilkan sejumlah kegiatan yang bertemakan kain khas Gorontalo, Karawo di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo.

"Yang menarik adalah festival ini juga bertepatan dengan kegiatan IMEU (Indonesia Midle East Update,Red). Ini merupakan pertemuan saudagar, pengusaha, kedutaan negara timur tengah di Indonesia," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro didampingi Kasi Promosi dan informasi Fahmi Ihsan.

Seperti diketahui, Gorontalo memang harus lebih cepat dari rata-rata pengembangan pariwisata di daerah lain. Mengapa? Manado sudah semakin overload wisman dari Tiongkok, dan sebentar lagi juga datang dari Filipina. Manado juga sudah confirm, bakal menjadi Hub City, tempat connector perhubungan udara di Indonesia Utara. Karena itu, kota-kota sekitar seperti Gorontalo, Morotai, Sangihe, Ambon, Ternate, Tidore, bakal menjadi sasaran wisman berikutnya.

Tidak ada pilihan lain, Gorontalo pun harus bersiap-siap. Tahun ini Gorontalo sebagai tuan rumah IMEU, jadi kami akan siapkan acara dengan sebaik mungkin. “Ibarat sambil menyelam minum air, kegiatan IMEU itu kerjasama dengan Kementerian Luar Negri,” ujar Jamal Nganro.

Fahmi Ihsan juga mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan semua hal dengan matang untuk menyambut para tamu negara timur tengah tersebut. Dari Hotel hingga membawa mereka menyaksikan atraksi yang dimiliki oleh Gorontalo. "Kegiatan ini juga bertepatan dengan Festival Boelamo yang dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 12 Oktober 2016. Sesuai instruksi Pak Menteri Pariwisata Arief Yahya kami juga sukses mengundang acara Dahsyat RCTI sebagai bagian dari promosi agar festival kami dikenal Indonesia, jadi tamu dari Timur Tengah itu bisa menyaksikan semua rangkaian acara," kata Fahmi.

Untuk acara Fashion Karawo, pihak panitia pelaksana mendatangkan desainer kaliber tinggi agar hasil desainnya tidak memalukan dan bisa mendunia. ”Kita akan undang Yurita Pudji Djadjang untuk mendesain karawo sesuai arahan pak Menteri, agar festival fashionnya juga mendunia,” ujarnya bangga. Fashion Karawo berlangsung di Gorontalo. Tak lain, untuk memperkenalkan Kain khas Karawo.

Fahmi menambahkan, acara yang bertujuan untuk lebih memperkenalkan sulam Karawo khas Gorontalo tersebut, merupakan rangkaian kegiatan dari Festival Karawo dan Festival Boalemo 2015. Tahun ini Fashion Karawo mengadakan empat kategori lomba untuk tiap designer dan busana yang dibawakan oleh peserta, yaitu busana muslim, gaun pesta, pakaian kasual dan pakaian kantoran.

Fashion Karawo, imbuh Fahmi, kesempatan perancang muda untuk berkreasi. "Lomba Fashion Karawo ini merupakan ajang designer muda lainnya untuk unjuk gigi dan belajar, untuk dapat tampil lebih percaya diri serta menambah pengalaman dan memajukan sulam karawo hingga semakin dikenal di nusantara maupun internasional," ungkap dia.

Fahmi juga mengatakan, Festival Budaya Karawo 2016 terdapat sejumlah kegiatan antara lain, family song karawo, festival band, fashion band, desain karawo dan lomba fotografi karawo. Selain itu, dalam festival karawo ini para peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut akan ikut terjun dalam karnaval karawo.

"Jadi banyak sekali agenda kegiatan yang kami sudah siapkan, yang pastinya semua akan bernuansa karawo” ungkap Fahmi.

Karawo sendiri merupakan kain sulam khas Gorontalo yang dibuat dari anyaman benang. Keunikan dari kain ini adalah kain ini hanya dapat diproses dengan menggunakan tangan manusia saja dan tak bisa dibuat dengan menggunakan tenaga mesin. Pada jaman dulu, kain karawo hanya menggunakan motif bunga, namun seiring perkembangan jaman, kini karawo telah menggunakan motif modern, seperti logo instansi dan burung. Di Gorontalo sendiri yang menjadi sentra pembuatan kain karawo adalah di Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. (*/dnl)

wwwwww