Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
21 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Badminton

Dinilai Pilkada Rawan Konflik, Gubernur Aceh Konsultasi ke Wiranto

Dinilai Pilkada Rawan Konflik, Gubernur Aceh Konsultasi ke Wiranto
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di kantor Menko Polhukam (VIVA.co.id/ Eka Permadi)
Kamis, 15 September 2016 17:16 WIB
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu melakukan pemetaan terhadap 101 daerah yang akan menggelar Pilkada 2017 melalui Indeks Kerawanan Pemilu. Pemetaan itu dilakukan untuk mendeteksi secara dini, dinamika persaingan dalam pemilihan kepala daerah. Hasilnya, Provinsi Aceh masuk dalam wilayah rawan konflik.

Berdasarkan hasil pemetaan itu, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, mendatangi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, untuk berkonsultasi. 

"Beliau sudah menerima semua yang menyangkut banyak perkara, terutama soal Pilkada, perbatasan, dan regulasi yang banyak belum tuntas. Beliau sudah catat semua untuk disampaikan kepada kementerian terkait," kata Zaini di kantor Menkopolhukam, Jakarta, Kamis, 15 September 2016.

Zaini mengakui, masih ada beberapa permasalahan terkait persiapan Pilkada serentak 2017 di Aceh. Saat ini Pemerintah Aceh terus mengupayakan penyelesaian, sebelum masa pendaftaran calon gubernur resmi dibuka.

"Ada satu daerah Aceh Timur, ini mungkin sebentar lagi akan selesai, itu tentang pelantikan KIP (Komisi Independen Pemilihan). Di Aceh namanya KIP, kalau daerah lain namanya KPUD, itu yang belum selesai. Ini yang sedang dipikirkan penyelesaiannya," ujarnya menambahkan.

Mantan Menteri Luar Negeri Gerakan Aceh Merdeka ini menambahkan, Wiranto, memintanya untuk menyelesaikan permasalahan itu secara damai.

"Seperti kata beliau, kita harus win-win solution, bukan win and lose. Kita mencari mana yang terbaik, yang kita bisa bersama. Kalau yang satu menyalahkan yang lain ya tidak bisa," ujarnya. 

Zaini enggan menjelaskan mengenai ada tidaknya penambahan kekuatan pengamanan, mengingat Aceh masuk daerah rawan sesuai Indeks Kerawanan Pemilu yang dikeluarkan Bawaslu. Namun, dia memastikan sudah ada kesepakatan antara pemerintah Aceh dengan Menkopolhukam.

"Secara persiapan kita akan menambah lagi. Kalau menyangkut yang lain yang diperlukan. Beliau memberi jawaban bukan langsung, karena beliau menteri koordinator.”

Editor:Kamal Usandi
Sumber:viva.co.id
Kategori:Metropolitan, Badminton, Aceh
wwwwww