Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Terhambat 7 Persil Lahan Masyarakat yang Belum Dibebaskan

Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Terhambat 7 Persil Lahan Masyarakat yang Belum Dibebaskan
Titik Nol Tol Pekanbaru-Dumai. (Foto: Ratna SD)
Kamis, 15 September 2016 13:12 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai terkendala permasalahan pembebasan lahan. Pasalnya, masih ada beberapa masyarakat yang tidak setuju dengan pembebasan lahan. Kurang lebih ada sekitar tujuh persil tanah milik masyarakat yang belum dibebaskan.

"Masih ada yang harus diselesaikan terkait pembebasan lahan. Masyarakat yang tidak setuju akan diproses di pengadilan. Selain itu, ada beberapa masalah teknis yang harus dibicarakan agar sepakat satu kata," ungkap Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman usai menggelar rapat terbatas bersama PT Hutama Karya (HK) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau, Kamis (15/9/2016) di Pekanbaru.

Inti dari rapat konsolidasi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) berupaya mengantisipasi pembangunan jalan tol tidak terhenti. Sehingga, HK bekerja lebih efisien dan optimal sesuai target yang telah ditentukan.

Ia menuturkan, pembangunan bisa dimulai dari titik nol sepanjang 3 km dengan dikerjakan beberapa hari. Yang mana, setelah itu selesai harus segera disambung lagi dengan pembangunan lanjutannya.

"Supaya pembangunannya tidak separo-separo hanya karena terkendala pembebasan lahan, makanya harus cepat diselesaikan," tuturnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww