Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
22 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Jawa Barat
PON XIX Jawa Barat 2016

Kemegahan Pembukaan PON XIX Jawa Barat Tak Sesuai dengan Pelayanannya, Hampir Semua Kontingen Keluhkan Sistem Transportasi

Kemegahan Pembukaan PON XIX Jawa Barat Tak Sesuai dengan Pelayanannya, Hampir Semua Kontingen Keluhkan Sistem Transportasi
Ribuan pengunjung dan kontingen dari berbagai Provinsi saat menunggu kedatangan bus di depan Stadion GBLA Bandung. (GoNews)
Minggu, 18 September 2016 00:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANDUNG - Pekan Olahraga Nasional (PON XIX) 2016 memang sudah resmi dibuka dengan megah dan wah. Bahkan ribuan warga Kota Bandung juga dikerahkan secara khusus oleh Walikota Ridwan Kamil guna meramiakan acara.

Namun kemegahan acara pembukaan iven 4 tahun sekali ini tidak membuat para kontingen dari seluruh Indonesia puas. Sistem transportasi misalnya, banyak para official dan atlet yang mengeluhkannya.

Pasalnya sistem transportasi di arena pembukaan PON Jabar ini dianggap semrawut dan amburadul. Seperti yang dikeluhkan para pengurus KONI Riau, dimana usai pembukaan, rombongan ini terpaksa harus berjalan kaki menuju mobil jemputan sekitar 5 KM dari Stadion.

"Transportasi paling parah dalam sejarah PON. Kita dibiarkan berjalan kaki seperti ini, harusnya mobil atau bus jemputan sudah stanbay sebelum acara bubar," ujar Riski salah satu pengurus KONI Riau kepada GoNews.co, Sabtu (17/09/2016) malam.

Hal serupa juga diungkapkan Sekretariat KONi Jateng, bahkan mereka harus menunggu hampir dua jam lebih baru dijemput. "Sudah kelewatan sekali, benar-benar amburadul," tukas Zulfikri.

Begitu juga yang dialami rombongan kontingen asal Papua Barat, Julius Tanggai mengaku kecewa dengan panitia penyelenggara. "Saat datang mobil kita sudah di stop dan disuruh pindah menggunakan bus trans Bandung ke Stadion. Nah pulangnya mobil kita dilarang masuk, kita diharuskan naik bus juga menuju mobil resmi jemputan. Tapi kenyataannya sudah dua jam busnya tak datang," ujarnya.

Dari pantauan GoNews.co, hingga pukul 00.42 WIB masih banyak rombongan dari beberapa Provinsi yang belum dijemput. Bahkan rombongan dari Provinsi Riau khususnya yang menggunakan armada bus, sampai saat ini belum sampai ke hotel tempat menginap. ***

wwwwww