Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
8 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
7 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
2 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
2 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa

Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Pemain PSS Sleman, Frediric Injay. (Ileague.id)
Sabtu, 31 Oktober 2026 17:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SLEMAN - Frediric Injay memiliki motivasi tersendiri saat PSS Sleman menghadapi Garudayaksa FC pada pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/11/2026) malam. Laga ini bagi Frediric Injay membuka kesempatan untuk membalas kekalahan dari Garudayaksa FC pada partai final Pegadaian Championship 2025/2026 lalu.

Hasil pertandingan final tersebut masih menjadi pengalaman yang ingin ditebus oleh pemain asal Prancis ini. Karena itu, pertemuan kali ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi PSS untuk mengamankan poin, tetapi juga memiliki arti personal bagi Injai.

“Pertandingan melawan mereka merupakan kesempatan saya membalas kekalahan. Tahun lalu, kami kalah dari mereka di pertandingan final. Karena itu, saya memiliki motivasi tersendiri untuk bisa menang atas mereka kali ini,” ungkapnya Sabtu (31/10).

Ia menyadari pertandingan tersebut mungkin memiliki arti berbeda bagi setiap pemain. Tidak semua penggawa PSS Sleman saat ini turut merasakan kekalahan pada partai final musim lalu. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi dorongan pribadi baginya untuk memberikan penampilan terbaik dan membantu tim meraih kemenangan.

“Bagi pemain lain yang tidak berkesempatan tampil di final tahun lalu, mungkin pertandingan ini memiliki makna yang berbeda. Namun, bagi saya pribadi, ini seperti kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut,” lanjutnya.

Di sisi lain, Injai mengakui kondisi kebugarannya belum sepenuhnya pulih. Setelah cukup lama absen dari atmosfer pertandingan, ia masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisik ke level terbaik.

Menurutnya, proses tersebut harus dijalani secara bertahap melalui kesempatan bermain dan penambahan menit bertanding. Ia berharap ritme pertandingan dapat membantunya kembali mencapai kondisi kebugaran 100 persen.

“Kondisi fisik saya belum mencapai 100 persen. Itu wajar karena sudah sangat lama saya tidak bermain. Saya masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi terbaik dengan menjalani pertandingan secara bertahap, hingga akhirnya bisa kembali mencapai 100 persen kebugaran,” jelasnya.

Meski masih berupaya mengembalikan kebugaran secara optimal, Injai tetap menyimpan ambisi besar untuk pertandingan mendatang. Ia berharap dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Super Elang Jawa sekaligus membawa pulang hasil positif dari Bogor. ***

wwwwww