Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Pengusaha Belawan Keluhkan KIM I dan KIM 2 Rawan Bajing Loncat dan Begal

Pengusaha Belawan Keluhkan KIM I dan KIM 2 Rawan Bajing Loncat dan Begal
Ilustrasi
Senin, 19 September 2016 19:28 WIB
Penulis: Yusuf Ahmad
MEDAN - Pengusaha ikan dan udang Kota Medan mengeluhkan aksi bajing loncat dan begal, yang kerap beroperasi di sejumlah wilayah di Belawan. Akibatnya, para pebisnis mengalami kerugian jutaan rupiah setiap hari.

Dalam siaran pers yang diterima GoSumut, Senin (19/9/2016) Pengusaha mengadukan nasib mereka ke Kantor DPC Partai PDI Perjuangan Medan Jalan Sekip Baru Medan, Minggu (18/9/2016).
Dalam aduannya, bajing loncat dan begal sudah beraksi sekitar setahun dan lokasi yang sering menjadi target operasi diantaranya di KIM 1 dan KIM 2 Belawan, jembatan tol Hamparan Perak, Bulu Cina dan di Air Tejun Pasar 5 Hamparan Perak.
Ketua DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim SE meminta pihak kepolisian khususnya Polresta Medan dan Polres Pelabuhan Belawan dan jajarannya untuk bertindak tegas mencegah dan menyelesaikan masalah ini. Pasalnya, tindakan bajing lonjat dan begal sudah sangat meresahkan para pengusaha.
“Pihak kepolisian dalam hal ini Satgas anti preman, anti begal dan anti bajing loncat harus melakukan razia atau patroli rutin 24 jam atau dengan sistem Siang Malam Subuh (SMS). Jika ini dilakukan tentunya akan mengurangi tindak kejahatan di wilayah tersebut,” katanya, kemarin.
Ia menambahkan, dari aduan masyarakat dan pengusaha, udang dan ikan yang dijarah itu 10 sampai 20 kilogram dan hampir setiap hari. Itu sudah mencapai lebih dari Rp1 juta. Dan jika tidak diberikan, supir pengangkut udang dan ikan dari Aceh ditodong pisau.
Jika ini dibiarkan dan berlanjut terus, kata Hasyim, maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Apalagi, Kota Medan merupakan kota terbesar nomor tiga di Indonesia dan tentunya persoalan kenyamanan, ketertiban dan keamaanan menjadi salah satu perhatian.
Apabila Kamtibmas terganggu baik dari begal dan lain sebagainya mengurangi animo pengusaha baik dalam negeri ataupun luar negeri untuk berinvestasi ke Medan.

Editor:Arif
Kategori:Badminton, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww