Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
7 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
14 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton
PON XIX Jawa Barat 2016

Tim Polo Air Sumsel dan DKI Diintimidasi Aparat Di PON XIX Jabar

Tim Polo Air Sumsel dan DKI Diintimidasi Aparat Di PON XIX Jabar
Aparat TNI yang mengintimidasi tim Polo air Sumsel. (Azhari/GoNews)
Selasa, 20 September 2016 10:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Peristiwa memalukan terjadi di babak semifinal polo air Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar yang mempertemukan tuan rumah Jawa Barat dan Sumsel, Senin (19/9/2016) sore di Bandung.

Kontingen Sumsel sendiri menyayangkan keterlibatan aparat dari unsur TNI yang melakukan pelemparan botol air mineral kepada atlet Sumsel yang tengah bertanding.

"Jelang berakhirnya babak kedua, ada pemain Sumsel atas nama Aden yang dipukul pemain tuan rumah dengan nomor punggung 2. Kemudian yang bersangkutan diingatkan oleh kapten tim kita dan memintanya untuk tidak meneruskan aksi tidak sportif tersebut," ujar pelatih polo air Sumsel, Hunce Hamzah saat dikonfirmasi GoNews.co, Selasa (20/09/2016).

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan atlet polor air Jabar lainnya yakni M Hamid Firdaus yang notabene merupakan pemain nasional juga terlibat memukul atlet Sumsel tersebut.

"Saat itu babak kedua sudah mau berakhir dengan kedudukan 6-4 untuk keunggulan tuan rumah, di awal pertandingan sendiri kita sempat unggul terlebih dulu dan memang kita dipancing emosinya. Saya sendiri sudah mengingatkan mereka, namun karena terus dipukul akhirnya pecah konsentrasi pemain kita," keluhnya.

Tidak hanya di kolam, suporter tuan rumah yang didominasi aparat berseragam dari TNI juga melakukan tindakan yang tidak sportif kepada tim Sumsel. "Saat unggul 2-0, kami dilempari botol air mineral. Ini sangat kami sesalkan karena sebagai pihak keamanan seharusnya mereka turut menjaga ketertiban bukan malah memprovokasi," ujar M Nurdiansyah, salah satu atlet polo air Sumsel saat dihubungi.

Tidak hanya kepada tim Sumsel, aparat tersebut juga terlibat keributan dengan atlet DKI Jakarta yang berada di tribun dan memberikan dukungan kepada tim Sumsel.

"Salah satu atletnya ada yang terkena tendangan sepatu oleh aparat, videonya pun sudah tersebar di youtube. Setelah kejadian itu, konsentrasi Sumsel memang terganggu karena pemain kita ketakutan soalnya jumlah aparat tersebut sangai ramai dan akhirnya harus menyerah kalah,"bebernya.

Sumsel sendiri dengan kekalahan ini tetap akan bertanding kembali, hari ini Selasa (20/9) namun hanya untuk perebutan medali perunggu melawan DIY yang menyerah dari DKI Jakarta di babak semifinal. ***

wwwwww