Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
12 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Beladiri

LembAHtari Pertanyakan Kasus Pemalsuan Label Benih Padi ke Polres Langsa

LembAHtari Pertanyakan Kasus Pemalsuan Label Benih Padi ke Polres Langsa
Ilustrasi
Kamis, 22 September 2016 17:32 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari), Aceh Tamiang mempertanyakan kelanjutan penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan pemalsuan label benih padi yang berhasil diungkap di Kilang Padi Cloning Jaya Gampong Krueng Sikajang, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, pada Agustus 2016 lalu, kepada penyidik Polres Langsa.

Pertanyaan kejelasan pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif LembAHtari Sayed Zainal, melalui surat resmi lembaga nomor : 120/M-LT/IX/2016, tertanggal 22 September 2016 yang ditujukan kepada Kapolres Langsa, dan ikut dikirimkan kepada GoAceh, Kamis (22/9/2016).

Dalam suratnya LembAHtari menyampaikan bahwa pada 3 Agustus 2016, pukul 12.00 Wib, telah terjadi penggerebekan terhadap kilang padi Cloning Jaya, Gampong Krung Sikajang, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, oleh tim intel gabungan, karena diduga telah terjadi pemalsuan label benih padi di kilang padi dimakaud. 

Namun, hingga 2 bulan pascapenggerebekan, belum ada kejelasan tindak lanjut dari penyelidikan kasus tersebut, sementata barang bukti dan data-data lapangan telah diamankan pihak penyidik Polres Langsa. Karenanya, berdasarkan waktu yang sudah 2 bulan tersebut, LembAHtari minta informasi tindak lanjut yang serius dari pengungkapan kasus di maksud kepada Kapolres Langsa, tentang perkembangan penyidikan.

Bila tidak terbuka dan tidak diketahui publik proses hukum yang dilakukan, menurutnya, dikhawatirkan proses hukum dugaan pemalsuan label benih padi ini dapat terhenti ditengah jalan," pungkas Direktur LembAHtari dalam suratnya.

Kategori:Beladiri
wwwwww