Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
19 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Jawa Barat
PON XIX Jawa Barat 2016

Banyak Kecurangan, Presiden Jokowi Minta Menpora Evaluasi PON Jabar

Banyak Kecurangan, Presiden Jokowi Minta Menpora Evaluasi PON Jabar
Ilustrasi.
Kamis, 22 September 2016 17:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo turut memantau jalannya Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat  yang berlangsung 17 sampai 29 September 2016. Banyaknya aksi kurang sportif yang terjadi selama PON Jabar membuat Jokowi perintahkan Menpora Imam Nahrawi untuk evaluasi.

"Pak Presiden menyampaikan untuk silahkan besok dievaluasi ke Bandung, saya sudah dapat izin dari beliau," ujar Imam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Imam mengatakan, bakal memanggil para penyelenggara PON Jabar 2016 seperti PB PON, Gubernur, Wagub, kemudian Pangdam, Kapolda dan seluruh Chief de Mission dan KONI Pusat besok. Dia sendiri mengaku, belum menerima penjelasan Gubernur Jabar sampai hari ini.

Dia ingin mengetahui apa yang menjadi akar dari masalah di PON Jabar. "Mengapa berbagai persoalan ini bisa muncul, apakah koordinasinya yang lemah, atau kekurangan dalam rekrutmen wasit dan atlet itu sendiri," ujarnya.

Untuk itu, Imam mengaku akan memperketat regulasi mengenai penyelenggaraan PON dan perhelatan olahraga tingkat nasional lainnya. Ini dimaksudkan agar apa yang terjadi di PON Jabar ini tidak terulang kembali.

"Setelah ini akan kami buat regulasi yang ketat seketat mungkin agar PON ini tidak jadi ajang yang semata-mata untuk mencari bonus atau gengsi daerah ataupun ajang reuni saja. Tapi kita pastikan PON itu jadi ajang nasional yang diikuti atlet berusia maksimal 23 tahun," katanya. ***

wwwwww