Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
24 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
17 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
17 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Riau

Gawat, Pelajar SMA di Dumai Jadi Wanita Pekerja Seks dan Germonya Teman Sendiri, serta 4 Jiwa Terinfeksi HIV

Gawat, Pelajar SMA di Dumai Jadi Wanita Pekerja Seks dan Germonya Teman Sendiri, serta 4 Jiwa Terinfeksi HIV
Ilustrasi (Internet)
Jum'at, 23 September 2016 17:22 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Seiring dengan berkembangnya Kota Dumai, Riau, membuat masyarakatnya terus mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari gadget atau smartphone, hingga gaya hidup modern. Penampilan yang mengikuti trend masa kini, menjadi salah satu alasan pelajar SMA menjadi Wanita Pekerja Seks.

Demikian hal itu dikatakan oleh Asisten Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai, Tetra Widia Rini kepada GoRiau.com, Jumat sore (23/9/2016) melalui Pengelola Program, Rudi Samson. Ironisnya, yang menjadi germo merupakan teman dari pelajar itu sendiri.

"Dari data terakhir KPA Dumai bulan Juni 2016, ada 4 pelajar di Dumai yang terinfeksi HIV. Keempat pelajar ini rutin meminum obat ARV, agar HIV tidak menyebar dalam tubuhnya," ujarnya.

Alasan para pelajar mengeluti pekerjaan yang beresiko terkena Infeksi Menular Seksual (IMS). Tidak menutup kemungkinan juga bisa terinfeksi HIV/AIDS ini, karena tuntutan hidup dan bisa membeli gadget yang harga menembus jutaan rupiah.

"Awalnya bermula dari IMS, setelah itu meningkat menjadi terinfeksi HIV. Bagaimana pun juga penampilan orang yang terinfeksi HIV kelihatan sehat, padahal terinfeksi. Untuk itu, KPA Dumai terus melakukan sosialisasi pencegahan agar tidak bertambahnya wanita pekerja seks dari kalangan pelajar," jelasnya.***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww