Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  PON

Masyarakat Julok dan Indra Makmur Tolak Galian C Ilegal

Masyarakat Julok dan Indra Makmur Tolak Galian C Ilegal
Masyarakat anti galian c ilegal membagikan penrnyataan sikap kepada masyarakat di Simpang Empat Kuta Binje, Julok, Aceh Timur.
Jum'at, 23 September 2016 11:03 WIB
Penulis: Ilyas Ismail
IDI - Masyarakat Kecamatan Julok dan Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, menolak penambangan galian c ilegal di kawasan mereka. Penolakan itu dituangkan dalam pernyataan sikap bersama.

“Kami tidak ingin menjadi korban ketamakan orang-orang yang mencari keuntungan dengan merusak lingkungan hidup, sehingga menyusahkan masyarakat banyak,” kata koordinator lapangan anti galian c ilegal Kecamatan Julok dan Indra Makmur, Safaruddin kepada GoAceh, Jumat (23/9/2016).

Safaruddin yang juga Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menilai selama ini Pemerintah Aceh Timur telah mengabaikan hak-hak masyarakat banyak, sehingga tidak mengambil sikap menutup galian c yang tidak berizin alias ilegal.

“Kami meminta Pemkab Aceh Timur dan penegak hukum di wilayah ini untuk menghentikan galian c yang meresahkan masyarakat. Sedikitnya ada 20 titik galian c ilegal di dua kecamatan ini yang menimbulkan kerusakan lingkungan,” kata Safaruddin.

Tambah Safruddin, mobilitas kendaraan besar pengangkut material juga telah mengganggu kenyamanan pengguna jalan umum di Julok dan Indra Makmur. “Pernyataan sikap menolak galian c ilegal telah menyampaikan kepada Pemkab, tetapi tidak pernah direspon, malah penambangan ilegal semakin menjadi dan kondisi alam semakin rusak,” kata Safaruddin.

Ia juga mengharapkan Pemkab Aceh Timur dan Pemerintah Aceh serta penegak hukum untuk segara menutup galian c ilegal di dua kecamatan itu. “Jika dalam masa dua minggu setelah pernyataan siakap ini kami buat, Pemerintah atau penagak hukum tidak bertindak, maka kami masyarakat akan bertindak sendiri dengan cara kami," tegasnya.

Lanjut Safaruddin, pernyataan sikap tersebut telah disampaikan pihaknya kepada Pemerintah Aceh, DPR Aceh, Kapolda, Pangdam IM, Pemkab Aceh Timur, DPRK Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur dan Muspika Julok serta Indra Makmur.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww