Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Jawa Barat
PON XIX Jawa Barat 2016

Meski Diwarnai Kericuhan, Imam Nahrawi Sebut PON Jabar Sudah Bagus

Meski Diwarnai Kericuhan, Imam Nahrawi Sebut PON Jabar Sudah Bagus
Menpora saat mendatangi media center PON XIX Jabar, di Tranas Hotel Bandung. (istimewa)
Jum'at, 23 September 2016 18:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Meski banyak terjadi kericuhan dalam pertandingan di beberapa cabang olahraga (cabor) akibat kepemimpinan wasit, Menpora Imam Nahrawi tetap saja menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 berjalan bagus.

Alasannya, masalah kepemimpinan wasit yang banyak disorot tersebut bukan tanggung jawab Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON).

"Persoalan wasit yang disorot kemarin, bukan wewenang PB PON tapi wewenang antara KONI dengan cabor," kata Imam Nahrawi dalam acara jumpa pers di Media Center Utama PON XIX Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat (23/9/2016).

Penilaian tersebut, kata Imam, berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan selama ini. "Secara objektif saya menilai penyelenggaraan PON sudah berjalan baik kalau ada hal-hal yang kurang itu sudah dievaluasi oleh PB PON," katanya.

Untuk mensukseskan penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan ini, Imam meminta PB PON, KONI Pusat dan cabor cepat menyelesaikan permasalahan yang timbul.

"Kemenpora meminta kepada KONI Pusat agar terus mengawasi, memantau dan melaporkan soal-soal yang ada di lapangan dan menyelesaikan bersama PB PON dan setiap cabor. Harus cepat dan tidak boleh tertunta," katanya.

Ke depan, kata Imam, PB PON, KONI dan cabor terus menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta meningkatkan komunikasi.

"Faktor komunikasi yang harus diperhatikan agar pelaksanaan bisa berjalan sesuai harapan" jelasnya.

Dari hasil rapat evaluasi antara Kemenpora dan PB PON XIX, kata Imam, muncul masukan dari chef de mission agar ke depannya atlet yang berprestasi di ajang tersebut harus didorong secara maksimal sebagai bahan persiapan Indonesia untuk berlaga di ajang olahraga tingkat internasional.

"Pemerintah akan memantau setiap juara sehingga nanti kita konsentrasikan di pelatnas. Hasil PON ini akan dijadikan momentum menyeleksi atlet hebat untuk disiapkan ke Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020," ujarnya.

Imam juga mengungkapkan bahwa menjadi penyelenggaraan PON tidak mudah. Makanya, dia memintapelaksanaan PON XIX dijadikan pembelajaran bagi daerah lainnya.

"Pembiayaan PON XIX dan Peparnas itu didanai lewat APBD Pemprov (Jabar) sekitar Rp2 triliun. Pemerintah pusat hanya menyokong akomodasi, transportasi, honor dan pengawasan sekitar Rp130 miliar. Tuan rumah PON berikutnya harus menyiapkan diri," katanya.

Lebih jauh Imam minta Pemprov Jawa Barat menjaga venue yang dibangun untuk PON XIX. "Jangan sampai terbengkalai venue yang baru dibangun sehingga bisa tetap dirasakan manfaatnya untuk ajang olahraga," ujarnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Voli, Olympic, Non Olympic, Jawa Barat
wwwwww