Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
15 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
19 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
15 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Tempat Prostitusi Terselubung Jadi Pemicu Bertambahnya Warga Dumai yang Terinfeksi HIV/AIDS

Tempat Prostitusi Terselubung Jadi Pemicu Bertambahnya Warga Dumai yang Terinfeksi HIV/AIDS
Ilustrasi (Internet)
Jum'at, 23 September 2016 15:16 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Banyaknya tempat prostitusi terselubung di Kota Dumai, Riau, menjadi pemicu bertambahnya warga yang terinfeksi HIV/AIDS di Kota Dumai, Riau, terus bertambah setiap tahunnya.

Hal itu dikatakan Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Kota Dumai, Rudi Samson saat ditemui GoRiau.com (GoNews Group), Jumat siang (23/9/2016). Tempat prostitusi terselubung di Dumai, meliputi salon plus-plus dan tempat karoke.

"Kita sudah datangi seluruh salon dan tempat karoke yang ada di Kota Dumai, namun pelaku usaha tidak mengakui adanya transaksi seksual di tempat usahanya. Memang bisa saja di sana tidak ada transaksi seksual, hasil survei kita, transaksi seksual dilakukan di hotel," bebernya

Keanehan yang terjadi saat pihak KPA Kota Dumai meletakkan kondom gratis di tempat-tempat yang memang rawan penyebaran HIV/AIDS dan habis semua. Kondom gratis diletakan untuk mengantisipasi penularan atau kasus baru.

"Kita letakkan kondom gratis di tempat hiburan malam, salon plus-plus, karoke dan panti pijat dan bidan, paling cepat habis selama seminggu," ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa korban yang tertular HIV/AIDS bukan penderita melainkan terinfeksi. Karena mereka (yang terinfeksi) tidak merasakan sakit dan tetap sehat, jika masih terinfeksi HIV.

"Kalau sudah AIDS, sudah menunjukkan timbulnya gejala-gelaja penyakit, seperti tbc, kanker kulit, diare berkepanjangan, timbulnya gelenjar getah bening," jelasnya.***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww