Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Punya 2,4 Juta Hektare Perkebunan Kelapa Sawit, Komoditas Unggulan Riau Ini Dianggap Merusak Lingkungan

Punya 2,4 Juta Hektare Perkebunan Kelapa Sawit, Komoditas Unggulan Riau Ini Dianggap Merusak Lingkungan
ilustrasi. internet/(reuters)
Sabtu, 24 September 2016 11:11 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Muhibul Basyar membantah keras jika pembangunan perkebunan kepala sawit yang dilakukan oleh masyarakat Riau menyebabkan kegundulan hutan. Namun, pihaknya tidak menyangkal bahwa belasan tahun belakangan ini ada praktik-praktik pembangunan hutan oleh oknum tertentu yang menyalahi aturan dan harus berurusan dengan hukum.

"Komoditi perkebunan kelapa sawit kita dianggap merusak lingkungan, karena di Riau ada yang salah dengan pola pembukaan lahan yang dilakukan sekarang. Berbeda dengan yang dilakukan masyarakat terdahulu yang justru paham kearifan lokal," ungkap Muhibul saat menjadi narasumber utama dalam workshop jurnalis bertema Meliput Isu Perburuhan dan Buruh Perkebunan yang ditaja oleh Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI)-FNV di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (24/9/2016).

Menurutnya, praktik pembangunan perkebunan di Riau sudah dimulai sejak Indonesia belum merdeka. Mulai dari perkebunan karet, kelapa sawit dan kelapa bulat secara kearifan lokal dibangun tanpa menimbulkan kebakaran.

"Nenek moyang kita tahu betul bagaimana cara membuka lahan sawit yang benar. Mereka membakar tapi memilih tempat yang sesuai dan tidak menimbulkan asap seperti yang terjadi saat ini. Untuk itu, kami meminta bantuan penegak hukum untuk menutaskan pihak-pihak yang menyalahi hukum," tegasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Disbun Riau, luas seluruh perkebunan yang ada di Riau tercatat seluas 3.543.714 hektare atau 3,54 juta hektare. Sementara, dari total keseluruhan itu, 2,4 juta hektare-nya merupakan perkebunan kepala sawit. Sisanya merupakan jumlah gabungan dari perkebunan karet, kakao, kelapa butir dan sagu. ***

Kategori:Riau, Voli, Badminton
wwwwww