Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
19 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
2
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
23 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
3
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Peristiwa
19 jam yang lalu
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
4
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
14 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
5
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
6
Gus Jazil Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Medsos
Politik
24 jam yang lalu
Gus Jazil Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Medsos
Home  /  Berita  /  Riau

2 Warga Inhu Ditangkap Saat Transaksi Kulit Harimau Sumatera Sepanjang 2 Meter

2 Warga Inhu Ditangkap Saat Transaksi Kulit Harimau Sumatera Sepanjang 2 Meter
Petugas sedang menunjukkan barang bukti kulit harimau yang akan diperjual belikan, Kamis malam (Foto: GoRiau.com/GoNews Group)
Kamis, 29 September 2016 19:07 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutan Wilayah II Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil tangkap tangan dua warga Kabupaten Inhu ketika akan bertransaksi Kulit Harimau Sumatera, Kamis (29/9/2016) siang.

Mereka ditangkap di Kecamatan Batang Gansal, Inhu, oleh tim yang menyamar sebagai pembeli kulit harimau yang ditawarkan itu. Identitas keduanya, berinisial Ah dan rekannya Ni, warga setempat (Batang Gansal, red).

"Kita lihat ini adalah Harimau Sumatera yang sudah dewasa, dengan jenis kelamin jantan. Selain kulit, kita juga sita tulang belulang satwa ini," ucap Kepala Seksi BPPH-LHK seksi wilayah II Pekanbaru, Eduward, Kamis malam di kantornya.

Menurut informasi yang dirangkum GoRiau.com (GoNews Group), Ah dan Ni tersebut diduga sebagai perantara (calo, red) alias pihak yang menjualkan, bukan sebagai pemburu. Hewan langka tersebut diakui didapat dari Kabupaten Inhil.

"Bukan (kami yang buru, red), kami dapat dari pemburu di daerah Concong, Inhil. Kita bantu jualkan. Nanti bagi hasil," ungkap Ah saat diwawancarai GoRiau.com (GoNews Group). "Katanya ada yang mau beli, makanya kita bawa, tahu-tahunya itu petugas," sambung dia.

Terlihat Harimau ini masih segar, diduga belum lama ini dibunuh alias diburu. Tercium aroma busuk yang menyengat. Kondisi kulitnya juga lengkap, mulai dari bagian kulit kepala hingga ekor. Bahkan kukunya juga masih ada.

Hingga berita ini diturunkan, kedua orang penjual satwa dilindungi tersebut masih menjalani pemeriksaan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. ***

Kategori:Riau, Hukum

wwwwww