Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
22 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
24 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
20 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
22 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
20 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pilkada 2017

Maraknya Perang Antar Pendukung Calon, Lukman Edy Usulkan Black Campagne Masuk dalam Peraturan Pemilu

Maraknya Perang Antar Pendukung Calon, Lukman Edy Usulkan Black Campagne Masuk dalam Peraturan Pemilu
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy. (istimewa)
Selasa, 04 Oktober 2016 14:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Maraknya perang antara para pendukung setiap pasangan calon dalam Pilgub 2017 mendatang di Media sosial menjadi perhatian publik.

Terkait hal ini, Wakil ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memasukan hal tersebut dalam peraturan pemilu.

"Kita memang mendorong dan ini sudah menjadi praktek, melarang black campagne (kampanye hitam)," ujar Lukman di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016).

Namun Lukman menjelaskan, pihak sulit membatasi konten-konten media sosial (medsos) yang melakukan black campagne selagi medsos tersebut bukan akun resmi yang terdaftar.

"Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) maupun rancangan peraturan Bawaslu ini, kami sepakat bahwa akun-akun medsos yang digunakan secara resmi (oleh) paslon harus resmi terdaftar," tukas Polistisi PKB Dapil Riau itu.

Pasalnya kata Lukman, pihaknya tidak bisa membatasi dan menata sampai ke akun-akun yang liar. "Tapu perlu exercise dalam bentuk lain sehingga kita bisa mengantisipasi perang black campagne," pungkasnya. ***

wwwwww