Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Riau

Jenderal Bintang 1 TNI-AU Ini Ancam Kerahkan Paskhas dan Helikopter Buat Hajar Perambah Hutan di Riau

Jenderal Bintang 1 TNI-AU Ini Ancam Kerahkan Paskhas dan Helikopter Buat Hajar Perambah Hutan di Riau
Marsma Henri Alfiandi, usai patroli udara, Sabtu siang (Foto: Chairul Hadi/GoRiau.com)
Sabtu, 08 Oktober 2016 16:20 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Masih adanya aktivitas perambahan hutan di Provinsi Riau yang berbuntut pada pembakaran lahan, membuat Marsekal Pertama (Marsma) Henri Alfiandi kesal. Ia pun mengancam akan mengerahkan prajurit Paskhas (Pasukan Khas) dan helikopter tempur buat memburu mereka.

Jenderal bintang satu TNI-AU yang juga menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru ini memastikan bahwa aktivitas perambahan tersebut masih berlangsung, bahkan sempat terdeteksi prajuritnya saat melakukan patroli via udara.

Henri berencana akan menerjunkan prajuritnya untuk 'menghajar' mereka, seperti yang pernah dilakukan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Kala itu Paskhas yang dikerahkan dengan helikopter beberapa kali sukses membuat pelaku kocar-kacir.

"Kita sudah koordinasi, termasuk dengan Korem juga. Mereka sudah aksi juga. Nah nanti kalau tidak ada efek jera, kita yang beraksi. Kita turunkan Paskhas (Pasukan Khas, red), tunggu saja," ungkap Henri kepada GoRiau.com (GoNews Group), Sabtu (8/10/2016) sore, di Pekanbaru.

Pihaknya berencana akan melakukan evaluasi terkait ini, sekaligus melakukan pemetaan di wilayah-wilayah yang ditenggarai terjadi perambahan hutan dan lahan secara ilegal. "Kita evaluasi dulu baru lakukan aksi, pakai helikopter sekalian," pertegas Danlanud.

Sabtu siang tadi, Henri dan beberapa pilot pesawat tempur F-16 Fighting Falcon bahkan sempat melakukan pemantauan dari udara dan berputar di atas langit Riau. Hasilnya, ditemukan kebakaran lahan di bagian selatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Ya, tadi kita sempat pantau kebakaran lahan, itu masih ada, kayaknya di bagian Selatan, sekitar lima kilometer (via udara, red) dari Kota Pekanbaru. Itu mungkin di daerah Teratak Buluh. Sedih kita, itu di atas kebanyakn haze atau asap," singkatnya.

Sebelumnya, Brigjen Zulkarnain Adinegara yang baru menjabat sebagai Kapolda Riau juga sempat menyinggung soal berlangsungnya kegiatan perambahan tersebut. Dia pun meminta jajarannya untuk mengambil upaya tegas, termasuk menangkap para toke.

"Enak banget tokenya kalau yang ditangkap cuma bawahannya. Saya sudah minta Kapolres buat nangkap toke itu. Kalau ada yang menghalang-halangi, tangkap! Saya paham dengan masyarakat kecil, itu mereka cuma disuruh. Makanya kita imbau jangan mau (disuruh, red)," kata Zulkarnain. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww