Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Alasan Efisiensi Anggaran, Menpora Batalkan PON Remaja

Alasan Efisiensi Anggaran, Menpora Batalkan PON Remaja
Menpora Imam Nahrawi. (net)
Selasa, 11 Oktober 2016 19:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal membatalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang akan digelar di Jateng tahun 2017. Pertimbangannya, saat ini pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran akibat defisit APBN. Apalagi, Jateng juga menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) pada tahun yang sama.

Juru Bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto mengatakan, pihaknya sudah mempertimbangkan untuk meniadakan PON Remaja yang rencananya digelar Juni tahun depan.

"Keputusan akan dibatalkannya PON Remaja sesuai arahan Menpora (Imam Nahrawi). Kami sudah mempertimbangkan plus minus-nya antara memilih Popnas atau PON Remaja. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya kami memilih meniadakan PON Remaja," kata Gatot di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Menurut Gatot, Popnas lebih diprioritaskan karena cabang olahraga yang dipertandingkan banyak digelar di event internasional. "Kalau PON Remaja tidak terlalu signifikan untuk ke jenjang selanjutnya. Jadi kami lebih prefer ke Popnas," imbuh Gatot.

Dalam waktu dekat, kata Gatot, Kemenpora akan mengirim surat pemberitahuan pembatalan PON Remaja kepada Gubernur Jateng dan KONI Pusat. Dengan demikian, KONI Pusat segera menginformasikan masalah ini kepada seluruh KONI provinsi di Indonesia agar menghentikan persiapan para atlet yang akan dikirim ke PON Remaja.

"Kami juga akan luncurkan surat ke gubernur terkait (Jateng) supaya persiapan untuk jadi tuan rumah tidak terlalu jauh. Mumpung masih segini (belum terlalu jauh)," ujarnya.Untuk meniadakan PON Remaja, kata Gatot, perlu prosedur yang dilalui dimana teknisnya ada di KONI Pusat dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).

"Memang lewat RAT pembahasannya, itu mereka yang gelar. Yang jelas, kami harus pilih Popnas dibanding PON Remaja karena kami yang memfasilitasi nanti," ujar Gatot.

Sekadar diketahui, PON Remaja akan mempertandingkan 23 cabang olahraga dan atlet yang boleh berlaga maksimal 17 tahun. Sedangkan Popnas dijadwalkan digelar September 2017 dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww