Diawali dengan Jamuan Bubur Assyura, Gema Muharram Akhirnya Pecahkan Rekor Muri
![]() |
| Suasana "Gema Muharram" di Tembilahan. (istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
Selain agenda nasional, iven ini merupakan tradisi yang sudah turun temurun di Inhil dalam rangka memperingati tahun baru islam atau yang biasa disebut dengan "Gema Muharram". Acara tahunan ini bertepatan dengan bulan Muharram tahun1438 H.
Sempat di launching di Kementerian Pariwisata pada bulan Juni 2016 dengan tema "Riau Menyapa Dunia" di Jakarta. Gema Muharram adalah salah satu acara yang masuk nominasi kalender iven nasional kategori wisata religi Riau
Pada saat pembukaan, Andi Rachman yang didampingi Konsul Malaysia, Hardi Hamdin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Ahmad Hijazi dan Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparekraf) Fahmizal Usman, diawali dengan menikmati hidangan kuliner khas yakni bubur asyura.
Berbagai rangkaian kegiatan iven wisata religi bakal digelar guna meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) seperti pada acara serupa pada tahun 2014 dan 2015 lalu itu.
Berbagai acara seperti berdzikir dan Istighosah bersama masyarakat, para peserta dan tamu undangan juga disuguhi dengan arak-arakan kompang, marching band.
"Ini luar biasa, antusias masyarakat cukup bagus. Hampir semua area yang dijadikan lokasi iven, penuh dengan para pengunjung," ujar Fahmizal Usman kepada GoRiau.com.
"Ribuan masyarakat dari semua lapisan, tumpah ruah di lapangan Gajah Mada, Tembilahan, untuk mengikuti serangkaian acara Gema Muharram ini. Alhamdulillah meski bukan tujuan utama dari acara ini, kita kembali meraih penghargaan atau pemecahan rekor MURI," tukasnya.
Selain itu, Fahmizal juga berharap, kedepan acara ini bisa menjadi daya tarik bagi wisman bukan hanya di Riau, tapi juga dari mancanegara.
"Wisatawan khusus religi seperti dari Malaysia, Pakistan dan Timur Tengah kita harapkan kedepan bisa hadir. Apalagi dengan promosi gencar yang dilakukan Kementerian Pariwisata RI, kita sangat optimis," pungkasnya. (*/dnl)













