Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Riau

Ternyata! 164 Tempat Usaha di Dumai Tak Kantongi Izin, Satpol PP Temukan Ada Surat BPTPM Palsu

Ternyata! 164 Tempat Usaha di Dumai Tak Kantongi Izin, Satpol PP Temukan Ada Surat BPTPM Palsu
Pihak kepolisian saat melakukan razia tempat hiburan malam di Riau. (foto: dokumentasi GoRiau.com/GoNews Group)
Kamis, 13 Oktober 2016 11:05 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Tempat usaha atau tempat hiburan di Kota Dumai, Riau, ternyata banyak tempat usaha, seperti gelper, biliar, salon, wisma, panti pijat, karaoke dan warnet, yang tidak kantongi izin, yaitu sebanyak 164 tempat usaha.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kakan Satpol PP) Kota Dumai, Nofiar Indra Nasution sebagaimana dikutip GoRiau.com (GoNews Group), Kamis (13/10/2016) dalam penyampaiannya dalam Rapat Forkompida terkait penertiban izin tempat usaha di Kota Dumai.

"Jumlah secara menyeluruh karaoke, gelper, salon, wisma, panti pijat dan biliar, dari 33 kelurahan dan 7 kecamatan di Kota Dumai, yang memiliki izin ada 123 tempat usaha dan yang tak memiliki izin 164 tempat usaha," ujarnya.

Bahkan pihaknya saat melakukan razia menemukan adanya surat izin palsu yang dikeluarkan oleh Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Dumai, yaitu di salon Hoki. Bahkan ada surat rekomendasi sementara dengan kop surat BPTPM Kota Dumai, tempat usaha bisa menjalankan usahanya sebelum izin dikeluarkan.

"Tempat usaha ini pun diizin untuk menyuguhkan minuman beralkohol golongan A," bebernya.

Ditempat yang sama Kepala BPTPM Kota Dumai, Hendri Sandara dalam rapat tersebut juga mengatakan, bahwa memang ada ditemukan surat-surat dengan kop BPTPM yang sebenarnya tidak dikeluarkan oleh dinas ini.

"Karena memang penerbitan surat izin usaha saat ini dibatasi. Persoalan itu akan terus muncul. Untuk meredamnya, Dinas Pariwisata menertibkan secara administrasi dan pengawasan di lapangan," bebernya.***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww