Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

BNPB Pastikan Tidak Ada WNA yang Jadi Korban Ambruknya Jembatan Kuning Bali

BNPB Pastikan Tidak Ada WNA yang Jadi Korban Ambruknya Jembatan Kuning Bali
Senin, 17 Oktober 2016 01:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat ambruknya Jembatan Kuning, Klungkung, Bali, berjumlah delapan orang sedangkan korban luka-luka berjumlah 39 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban akibat peristiwa ini.

"Berdasarkan laporan sementara semua korban adalah masyarakat lokal. Tidak ada warga asing," kata Kepala Pusat Data, Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya, Minggu (16/10/2016).

Masih kata Sutopo, banyaknya orang yang menyeberang membuat jembatan tak kuat menahan beban. Beberapa pengendara motor dan warga yang tengah berjalan kaki tercebur ke laut.

"Sebelum runtuh sudah goyang-goyang kemudian ambruk. Beberapa pengendara motor dan orang sehingga jatuh ke laut yang sedang surut. Beberapa warga yang ada di lokasi langsung berusaha menyelamatkan korban. Beberapa korban yang jatuh ada yang langsung berenang dan berjalan di Selat. Padahal sebelumnya di Jambatan tersebut sudah ada papan pemberitahuan," ungkapnya.

Sementara itu, Petugas BPBD Klungkung Wayan Aryawan menyatakan ambruknya jembatan terjadi saat masyarakat lokal tengah ingin melakukan upacara adat di Nusa Ceningan. Sebelum ambruk, masyarakat sudah diimbau untuk tidak menggunakan jembatan tersebut karena tengah dalam kondisi rusak.

"Tidak ada korban WNA. Kebetulan ada upacara di Nusa Ceningan jadi mereka mau enggak maui harus nyebrang lewat situ karena jembatan itu satu-satunya jalan menuju Nusa Ceningan," kata Wayan. ***

wwwwww